Air Kacang, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Murah Meriah
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Minuman tradisional berbahan cincau hijau menjadi salah satu pilihan masyarakat Sumatera Barat untuk menikmati kesegaran di tengah cuaca panas. Minuman yang dikenal dengan nama air kacang, aia tawa, atau aia aka ini menawarkan perpaduan cincau bertekstur kenyal, gula merah, dan air asam yang menyegarkan.
Musim kemarau yang melanda Sumatera Barat saat ini bisa berdampak pada kesehatan. Cuaca panas dan terik membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, air kacang menjadi salah satu minuman yang dikenal masyarakat Minangkabau untuk membantu meredakan panas dalam.
Bahan utama air kacang berasal dari daun cincau hijau yang dalam bahasa Latin disebut Cyclea barbata myers. Masyarakat mengolah daun tersebut untuk mengambil sari patinya, lalu mendiamkannya hingga mengental dan membentuk tekstur kenyal menyerupai agar-agar.
Setelah cincau hijau siap, penjual menyajikannya bersama gula merah yang telah direbus dan air asam. Ketiga bahan tersebut kemudian diaduk hingga menyatu, menghasilkan minuman dengan perpaduan rasa manis dan asam.
Air Kacang Khas Minangkabau, Perpaduan Cincau Hijau dan Gula Merah
Air kacang menjadi pilihan minuman untuk melepas dahaga, terutama setelah seseorang menjalani aktivitas sepanjang hari. Saat malam tiba, minuman ini bisa dinikmati untuk menyegarkan tubuh setelah lelah beraktivitas.
Perpaduan cincau hijau yang kenyal dengan gula merah dan air asam menjadi ciri khas penyajiannya. Namun, penjual juga menyediakan pilihan lain bagi pembeli yang kurang menyukai rasa asam.
Sebagai alternatif, pembeli bisa memilih air santan yang telah dimasak untuk menggantikan air asam. Dengan pilihan tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan sajian air kacang dengan selera masing-masing.
Mudah Ditemukan di Pusat Keramaian, Harga Mulai Rp5.000
Masyarakat yang ingin menikmati air kacang tidak perlu kesulitan mencari penjualnya. Pedagang minuman tradisional ini cukup mudah ditemukan, terutama di pusat keramaian.
Biasanya, penjual menawarkan air kacang menggunakan gerobak dorong. Cara berjualan tersebut membuat minuman ini mudah dijumpai oleh masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi keramaian.
Selain mudah ditemukan, air kacang juga memiliki harga yang relatif terjangkau. Penjual membanderol satu gelas minuman ini sekitar Rp5.000, sehingga masyarakat bisa menikmati minuman tradisional khas Minangkabau tersebut tanpa mengeluarkan biaya besar.
Sumber: