Kopi Hangat Bisa Bantu Melancarkan BAB, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Kerjanya

Kopi Hangat Bisa Bantu Melancarkan BAB, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Kerjanya

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Kebiasaan menikmati secangkir kopi hangat pada pagi hari ternyata tidak hanya membantu memulai aktivitas, tetapi juga dapat mendukung kelancaran buang air besar (BAB). Kandungan dalam kopi mampu merangsang aktivitas usus sehingga membantu mendorong tinja bergerak menuju saluran pembuangan.

Dokter spesialis gastroenterologi bersertifikat, Supriya Rao, M.D., menjelaskan bahwa kopi dapat memicu kontraksi otot pada usus besar. Proses tersebut membantu menggerakkan tinja sehingga tubuh lebih mudah melakukan BAB.

“Banyak orang dapat mengonsumsinya dengan baik, dan kopi bisa membantu merangsang pergerakan usus besar melalui kontraksi otot yang mendorong tinja bergerak,” kata Supriya Rao, M.D., dokter spesialis gastroenterologi bersertifikat, sebagaiman dikutip laporan Eatingwell, Rabu (28/10).

Efek tersebut berkaitan dengan refleks gastrokolik, yakni respons alami tubuh yang memunculkan keinginan untuk buang air besar setelah seseorang makan atau pada pagi hari setelah bangun tidur.

Minum kopi dapat membantu merangsang refleks tersebut. Akibatnya, aktivitas usus meningkat dan mendorong tinja bergerak keluar dari tubuh.

Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kopi hangat karena refleks gastrokolik biasanya lebih aktif pada periode tersebut. Dengan memanfaatkan respons alami tubuh, kebiasaan minum kopi pada pagi hari dapat membantu mendukung keteraturan BAB.

Selain diminum secara langsung, kopi juga dapat memberikan manfaat ketika dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Sebab, makanan membantu meregangkan lambung dan memicu pergerakan sisa pencernaan di sepanjang saluran cerna.

Bagaimana Kopi Membantu Melancarkan Buang Air Besar?

Kelancaran BAB sangat bergantung pada aktivitas otot di dalam usus besar. Tinja bergerak melalui saluran tersebut berkat gelombang kontraksi otot yang mendorong sisa pencernaan menuju bagian akhir saluran pencernaan.

Namun, ketika kontraksi otot berlangsung tidak teratur, seseorang dapat mengalami sembelit atau kram perut. Kondisi inilah yang membuat aktivitas usus berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Dokter spesialis gastroenterologi bersertifikat, Edmundo Rodriguez-Frias, M.D., menjelaskan bahwa kopi memiliki kemampuan untuk meningkatkan aktivitas kontraksi usus besar dalam waktu relatif singkat.

“Penelitian menemukan bahwa kopi dapat meningkatkan kontraksi pada usus besar dalam hitungan menit,” kata Edmundo Rodriguez-Frias, M.D., dokter spesialis gastroenterologi bersertifikat.

Bahkan, efek kopi terhadap kontraksi usus tersebut tercatat 60 persen lebih kuat dibandingkan air putih. Meski demikian, efek serupa tidak selalu muncul secara konsisten ketika seseorang mengonsumsi kopi tanpa kafein atau decaf.

Selain merangsang kontraksi otot, kopi juga dapat memengaruhi produksi hormon yang terlibat dalam proses pencernaan. Sejumlah hormon tersebut membantu tubuh memecah makanan sekaligus mendukung pergerakan saluran cerna.

“Penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kadar gastrin dan kolesistokinin, dua hormon yang terlibat dalam aktivitas pencernaan,” kata Rodriguez-Frias.

Sumber: