Pemkot Sawahlunto Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Belajar dan Pelatihan
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Perpustakaan di Kota Sawahlunto kini tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), memperluas layanan perpustakaan agar masyarakat bisa memanfaatkannya untuk belajar, mengembangkan keterampilan, hingga memperoleh peluang menambah pendapatan.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, perubahan fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan literasi sekaligus memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan pembelajaran.
“Perpustakaan di-upgrade fungsinya dari yang dahulu hanya sebagai gedung penyimpanan dan peminjaman buku, sekarang diarahkan menjadi fasilitas pemberdayaan literasi masyarakat," kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Senin.
Menurut Riyanda, Pemkot Sawahlunto telah menjalankan perluasan fungsi perpustakaan selama beberapa tahun terakhir, terutama di Perpustakaan Umum Adinegoro dan Perpustakaan Umum M. Yamin. Pelaksanaan berbagai kegiatan di kedua fasilitas tersebut menunjukkan peningkatan dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Pemkot Sawahlunto juga ingin memperluas manfaat program agar tidak hanya dinikmati pengunjung perpustakaan umum, tetapi menjangkau perpustakaan desa dan sekolah.
Karena itu, Riyanda mengarahkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, dan kelurahan untuk memperkuat sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pelaksanaan program literasi sekaligus mengoptimalkan perpustakaan sebagai tempat belajar dan mengembangkan keterampilan.
Kejar Literasi Hadirkan English Club hingga Kelas Menjahit
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto Afrizon menjelaskan, perluasan layanan tersebut salah satunya berjalan melalui program Kejar Literasi atau Kelompok Belajar Literasi.
Program yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun ini menghadirkan sejumlah kegiatan untuk masyarakat. Peserta dapat mengikuti English Club serta kelas keterampilan menjahit, merajut, dan menyulam.
Afrizon menyebut kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Dari pelaksanaan yang kita evaluasi selama beberapa tahun ini, sejumlah peserta telah menggunakan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan di perpustakaan ini untuk menunjang pendidikan maupun menambah pendapatan, sehingga ada nilai ekonomi yang dicapai," kata dia.
Selain menjadi lokasi pelatihan, Perpustakaan Adinegoro dan Perpustakaan M. Yamin juga dimanfaatkan pelajar tingkat SMP dan SMA untuk berdiskusi serta belajar bersama.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa ikut mendampingi para pelajar. Mereka membantu membahas soal-soal ujian sekaligus mempersiapkan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Komunitas Literasi Ikut Kembangkan Geng Puskel
Sumber: