SUMBAR,DISWAY.ID - Pabrikan ponsel asal China, Infinix, kembali memanaskan persaingan pasar smartphone gaming dunia. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Infinix tengah mempersiapkan suksesor lini gaming andalan mereka, yakni Infinix GT 50 Pro. Kehadiran perangkat ini terendus setelah muncul dalam basis data platform benchmark populer, Geekbench, baru-baru ini.
Kemunculan perangkat ini menjadi sinyal kuat bahwa Infinix segera meluncurkan jagoan barunya dalam waktu dekat. Para penggemar teknologi pun mulai berspekulasi mengenai peningkatan performa yang akan dibawa oleh ponsel yang terkenal dengan desain futuristik ala robotik tersebut.
Berdasarkan data dari database Geekbench, sebuah perangkat dengan nomor model X6891 baru saja menjalani uji performa. Meskipun daftar tersebut tidak secara eksplisit mencantumkan nama komersialnya, catatan dari basis data IMEI sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa nomor model X6891 merujuk pada Infinix GT 50 Pro.
Dalam pengujian tersebut, Infinix GT 50 Pro menunjukkan taringnya dengan meraih skor yang sangat impresif. Perangkat ini mencetak poin sebesar 1.612 untuk pengujian single-core dan mencapai angka 6.686 poin untuk pengujian multi-core. Angka ini menandakan lompatan performa yang signifikan jika kita bandingkan dengan generasi pendahulunya, GT 30 Pro, yang rilis pada pertengahan 2025.
Hasil uji ini membuktikan bahwa Infinix tidak main-main dalam merancang dapur pacu untuk perangkat gaming kelas menengah mereka. Skor tersebut menempatkan GT 50 Pro dalam jajaran ponsel dengan performa tinggi yang mampu melibas tugas-tugas berat, termasuk menjalankan gim dengan grafis rata kanan.
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian dari bocoran ini adalah spesifikasi teknis chipset yang digunakan. Daftar Geekbench merujuk pada konfigurasi CPU delapan inti (octa-core) yang sangat bertenaga. Arsitektur prosesor tersebut terdiri dari satu inti utama (prime core) yang beroperasi pada kecepatan tinggi 3,25GHz.
Selain inti utama, terdapat tiga inti performa yang berjalan pada kecepatan 3,00GHz dan empat inti efisiensi dengan clock speed 2,10GHz. Jika menilik kode sumber pada entri benchmark tersebut, terlihat penggunaan GPU Mali-G720 MC7. Kombinasi spesifikasi ini mengarah kuat pada penggunaan SoC (System on Chip) terbaru dari MediaTek, yakni Dimensity 8400 Ultimate.
Penggunaan seri "Ultimate" menunjukkan bahwa Infinix bekerja sama secara eksklusif dengan MediaTek untuk mengoptimalkan chipset tersebut agar sesuai dengan kebutuhan para gamer. Dukungan RAM sebesar 12GB yang terlihat dalam pengujian semakin mempertegas posisi ponsel ini sebagai mesin gaming yang kompetitif untuk aktivitas multitasking maupun streaming.
Langkah berani Infinix juga terlihat dari sisi perangkat lunak. Unit yang diuji di Geekbench terpantau menjalankan sistem operasi Android 16. Hal ini merupakan kabar baik bagi konsumen, karena artinya Infinix GT 50 Pro akan langsung mengadopsi OS terbaru Google begitu keluar dari kotak (out of the box), memberikan jaminan umur pemakaian yang lebih panjang serta fitur keamanan yang lebih mutakhir.
Ada satu hal unik yang menarik perhatian para pengamat gadget, yakni skema penamaan perangkat ini. Infinix tampaknya memilih untuk melompati angka "40" dan langsung beralih dari GT 30 Pro ke GT 50 Pro. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di pasar Asia, di mana beberapa produsen sering kali melompati angka tertentu karena alasan strategi pemasaran atau kepercayaan budaya lokal terkait angka keberuntungan.
Meskipun hasil benchmark telah tersebar luas, Infinix masih menutup rapat informasi mengenai desain fisik, konfigurasi kamera, hingga kapasitas baterai. Namun, jika berkaca pada seri GT sebelumnya, Infinix hampir pasti akan menyematkan layar AMOLED dengan refresh rate tinggi serta sistem pendingin yang mumpuni untuk menjaga suhu ponsel saat bermain gim dalam waktu lama.
Munculnya hasil uji di platform publik seperti Geekbench biasanya menandakan bahwa sebuah perangkat sedang memasuki tahap pengujian internal akhir. Para analis memprediksi bahwa Infinix akan memperkenalkan GT 50 Pro secara global, termasuk di pasar India dan Indonesia, dalam beberapa minggu ke depan.
Terkait harga, Infinix kemungkinan besar masih akan mempertahankan strategi harga agresif guna menantang dominasi merek lain di segmen gaming mid-range. Jika spesifikasi Dimensity 8400 Ultimate dan RAM 12GB ini benar adanya, maka Infinix GT 50 Pro berpotensi menjadi "Flagship Killer" di tahun 2026.
Kehadiran ponsel ini patut kita tunggu, mengingat rekam jejak Infinix yang sukses merombak persepsi publik terhadap ponsel gaming terjangkau melalui seri GT mereka. Konsumen kini hanya perlu bersabar menunggu pengumuman resmi dari sang vendor untuk mengetahui jadwal rilis pasti dan harga jualnya di tanah air.