Ahli Gizi Tak Sarankan Konsumsi Makanan Tinggi Gula Saat Santap Sahur

Jumat 20-02-2026,11:21 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

Sumbar.Disway.id - Masyarakat tidak disarankan mengonsumsi makanan tinggi gula saat santap sahur, karena bisa menyebabkan mudah lapar saat puasa. Hal ini diungkapkan Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah, SGz, RD.

"Konsumsi gula tinggi saat sahur justru kurang dianjurkan. Makanan atau minuman manis sederhana dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang membuat rasa lapar muncul lebih cepat di siang hari," kata Luthfianti.

Santapan sahur sebaiknya mengutamakan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein cukup, dan serat. Kombinasi asupan nutrisi tersebut dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Sementara pada saat berbuka, Luthfianti menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan air putih, sumber energi serta asupan gizi berimbang. Secara medis, tidak ada kewajiban fisiologis untuk selalu berbuka dengan makanan tinggi gula tambahan.

"Yang dibutuhkan tubuh adalah rehidrasi (air putih), sumber energi yang cukup serta asupan zat gizi seimbang," kata dia menambahkan.

Selain itu, telur dan kurma juga bisa menjadi alternatif pilihan takjil untuk berbuka.

"Pilihan seperti 1–3 butir kurma atau buah utuh dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan minuman sirup atau teh dengan gula berlebih," kata Luthfianti menjelaskan.

Dia menyarankan untuk memilih makanan dengan rasa manis alami dibandingkan makanan dengan gula tambahan. Gula alami dalam buah disertai serat sehingga respons gula darah menjadi lebih stabil.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan gula tambahan kurang dari 10 persen dari total energi harian. Jumlahnya menjadi lebih baik lagi jika kurang dari 5 persen dari total energi.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menganjurkan batas konsumsi gula per hari sebanyak 50 gram atau kurang-lebih empat sendok teh.

Konsumsi gula melebihi batas harian bisa menyebabkan penyakit, antara lain diabetes, obesitas dan kerusakan pada gigi.

 

Kategori :