SUMBAR.DISWAY.ID — Bagi kamu para penikmat musik pop dunia, ada kabar mengejutkan datang dari salah satu solois pria tersukses abad ini. Penyanyi Ed Sheeran resmi meninggalkan label rekaman Warner Music Group setelah bekerja sama selama 15 tahun. Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan bermusik sang megabintang setelah sekian lama bernaung di bawah manajemen yang sama.
Kabar mengenai perpisahan ini langsung menyebar luas dan mendapat konfirmasi dari pihak-pihak terkait di industri hiburan. Variety pada Jumat (22/5) melaporkan kabar tersebut diumumkan Sheeran melalui surat terbuka kepada penggemar dalam newsletter pribadinya. Warner Music kemudian mengonfirmasi kabar tersebut kepada media di Inggris Raya Music Week.
Sheeran menegaskan keputusannya keluar bukan karena konflik dengan label rekaman, melainkan karena merasa membutuhkan perubahan dalam perjalanan profesionalnya. Langkah ini murni merupakan keputusan pribadi demi menyegarkan arah kariernya ke depan.
“Ini bukan situasi artis yang pergi karena kecewa terhadap label. Saya hanya merasa perlu perubahan dalam cara menjalani kehidupan profesional,” kata Ed Sheeran.
Transformasi Musisi Pub hingga Kenangan Kontrak di Usia Remaja
Dalam pesannya kepada penggemar, Sheeran mengatakan dia merasa telah berubah dari remaja yang tampil di pub kecil menjadi bintang pop stadion dunia, sesuatu yang menurutnya luar biasa, tetapi, juga berat untuk dipahami. Transformasi luar biasa ini tentu menjadi solusi motivasi bagi banyak musisi muda yang merintis karier dari bawah.
Jika menengok ke belakang, jalinan kerja sama ini bermula saat sang penyanyi masih sangat belia. Dia pertama kali bergabung dengan grup tersebut melalui label Asylum Records, anak perusahaan Warner di Inggris Raya, saat masih berusia 18 tahun.
Dia mengenang pertemuannya dengan Ed Howard dari Asylum Records setelah tampil di sebuah pertunjukan kecil di Notting Hill, London. Menurut Sheeran, Howard dan tim Asylum tetap datang ke berbagai pertunjukan kecilnya di pub meski hanya sedikit penonton yang hadir. Karena dukungan tersebut, dia memutuskan langsung menandatangani kontrak saat mendapat tawaran kerja sama dari label itu.
Rekor Penjualan Fantastis 200 Juta Album dan Dominasi Era Streaming
Selama 15 tahun bersama Warner, Sheeran merilis delapan album studio dan menjadi salah satu artis paling sukses di industri musik global. Produktivitas tinggi dan karakter suara yang khas berhasil melambungkan namanya ke deretan teratas musisi papan atas dunia.
Sejak debut album "+" pada 2011, Sheeran diperkirakan telah menjual lebih dari 200 juta album di seluruh dunia. Angka penjualan yang sangat fantastis ini membuktikan betapa masifnya basis penggemar setianya di berbagai belahan bumi.
Daya taring karyanya juga terlihat jelas pada platform pemutar musik digital. Lagunya "Shape of You" juga menjadi salah satu lagu paling banyak diputar di Spotify dengan hampir lima miliar streaming. Selain itu, album "÷ "atau “Divide” yang dirilis pada 2017 menjadi salah satu album tersukses pada era streaming dengan hampir 40 juta unit ekuivalen album.
Nasib Katalog Musik Lama dan Rumor Kepindahan ke Label Baru
Meskipun mencetak banyak sejarah manis, tren pasar musik global yang dinamis tetap memberikan tantangan tersendiri bagi sang artis. Beberapa rilisan terbaru Sheeran tercatat tidak sekomersial karya-karya sebelumnya. Album terbarunya "Play" hanya mencapai posisi lima tangga album di Amerika Serikat.
Perubahan performa pasar ini tampaknya ikut memengaruhi strategi bisnis sang musisi untuk karya-karyanya di masa depan. Manajemen Warner menyatakan katalog musik Sheeran yang lama tetap berada dalam kerja sama bersama perusahaan tersebut. Jadi, kamu tetap bisa menikmati lagu-lagu lama kesayanganmu di bawah hak kelola yang sama.
Sementara itu, hak distribusi untuk karya-karya terbaru Sheeran berada di bawah label miliknya sendiri Gingerbread Man Records. Langkah mandiri ini memberikan kebebasan penuh bagi dirinya dalam memproduksi musik baru. Di sisi lain, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait rumor kepindahan Sheeran ke Universal Music Group.