Pemko Payakumbuh Kembangkan Wisata Budaya Lewat Event SAKU TABA

Selasa 02-06-2026,12:00 WIB
Reporter : Afrizal
Editor : Dimas Chandra Permana

Sementara itu, Lurah Sawah Padang Aua Kuniang, Deop Darius, menjelaskan SAKU TABA lahir dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada publik yang lebih luas.

Menurutnya, wilayah Sapaku berada di jalur wisata yang menghubungkan Batu Barigi, Gadih Angik, dan Ampangan sehingga memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan.

“Pacu itik merupakan salah satu warisan budaya yang sangat khas dan layak dikembangkan sebagai daya tarik wisata Kota Payakumbuh,” ujarnya.

BACA JUGA:PKK dan Baznas Padang Panjang Ajak 70 Anak Disabilitas Rekreasi ke XXI Basko

Melalui SAKU TABA, masyarakat menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pacu itik, tari tradisional, silek, randai, hadrah, seni bela diri, hingga pertunjukan kesenian lainnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM, kelompok UPPKA, sentra kerajinan bambu, serta penyedia kuliner khas gulai itik yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.

“Event ini menjadi wadah pelestarian adat dan budaya, sekaligus sarana promosi bagi pelaku seni, UMKM, sentra kerajinan bambu, dan berbagai potensi lokal lainnya,” kata Deop.

Ia menambahkan, SAKU TABA dirancang menjadi agenda rutin yang digelar setiap Minggu terakhir setiap bulan agar dapat masuk dalam kalender wisata Kota Payakumbuh dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, SAKU TABA tidak hanya menjaga kelestarian adat dan budaya, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat, baik dalam menjaga warisan budaya maupun meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. 

Kategori :