SUMBAR.DISWAY.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini tengah mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah penumpukan sampah. Pihak pemerintah daerah memutuskan untuk menambah unit armada pengangkut sampah baru agar bisa memaksimalkan kebersihan lingkungan di pemukiman warga.
Langkah ini menjadi solusi penting karena kapasitas kendaraan operasional yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk mengangkut volume limbah harian. Proses penambahan fasilitas kebersihan ini sekarang sedang berjalan agar penanganan kebersihan lingkungan bisa segera merata.
"Kita masih kekurangan armada pengangkut sampah. Saat ini tahap pengadaan sehingga sampah yang ada bisa maksimal dibawa ke tempat pembuangan akhir," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Afkar, di Simpang Empat pada Rabu.
Kekurangan Unit Operasional Picu Penumpukan Puluhan Ton Sampah Harian
Saat ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat memang tengah menghadapi kendala keterbatasan sarana transportasi kebersihan. Afkar mengungkapkan bahwa instansinya sekarang sedang menjalankan proses pengadaan untuk menambah tiga unit truk sampah baru, sembilan unit becak motor pengangkut, serta sembilan unit kontainer penampung.
Langkah penambahan ini tergolong mendesak. Pasalnya, fasilitas operasional kebersihan yang aktif saat ini sangat minim dan membuat petugas di lapangan kewalahan.
"Kita kekurangan armada sampah. Saat ini hanya dua truk, tujuh becak dan dua unit pick up," ujar Afkar menjelaskan kondisi riil di lapangan.
Keterbatasan jumlah kendaraan operasional tersebut otomatis membuat DLH kewalahan untuk mengangkut seluruh limbah warga secara optimal. Setiap hari, volume sampah yang bersumber dari wilayah Simpang Empat Kecamatan Pasaman, Simpang Tigo, Luhak Nan Duo, dan daerah sekitarnya menyentuh angka sekitar 70 sampai 80 ton.
Akibat keterbatasan kendaraan pengangkut, petugas di lapangan baru bisa membawa sekitar 50 ton limbah saja per hari menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Muaro Kiawai. Sisa sampah yang belum terangkut inilah yang rawan merusak keindahan lingkungan jika tidak segera mendapat penanganan.
Guna mengatasi masalah tersebut sebelum armada baru datang, DLH telah menyediakan satu titik tempat pembuangan sampah khusus di kawasan Simpang Tigo. Kedepannya, pihak dinas juga berencana menambah fasilitas serupa di area Simpang Empat. Petugas juga sudah menempatkan tong sampah di dekat area perkantoran agar masyarakat bisa membuang limbah dengan mudah tanpa membuat lingkungan sekitar menjadi berserakan.
Transformasi Digital Retribusi Sampah Melalui Sistem Aplikasi Daerah
Selain membenahi masalah sarana transportasi pengangkut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga terus merapikan tata kelola pemungutan retribusi pelayanan kebersihan. Kebijakan ini berlaku untuk membiayai operasional sekaligus membantu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pihak pemerintah menetapkan tarif iuran kebersihan untuk kategori sampah rumah tangga sebesar Rp20 ribu per bulan. Sementara itu, untuk pemilik toko atau pelaku usaha, nilai retribusi kebersihan menyentuh angka Rp50 ribu per bulan.
Mengenai mekanisme pembayarannya, Pemkab Pasaman Barat menerapkan sistem yang transparan untuk mencegah penyimpangan. Sejak bulan Januari 2026 yang lalu, masyarakat luas langsung menyetorkan uang iuran tersebut ke rekening resmi kas daerah.
Rencana ke depan, pemerintah akan meningkatkan sistem pembayaran ini dengan meluncurkan aplikasi digital khusus. Lewat sistem berbasis aplikasi tersebut, petugas memastikan tidak akan ada lagi transaksi atau pemungutan uang secara langsung di tengah masyarakat.
Langkah penertiban ini terbukti membuahkan hasil yang positif bagi kas daerah. Sepanjang tahun 2025 yang lalu, total perolehan dana dari sektor retribusi kebersihan ini berhasil menyumbang pendapatan daerah hingga mencapai Rp217 juta.
"Pada 2025 lalu pendapatan dari retribusi sampah untuk pendapatan daerah mencapai Rp217 juta. Kedepannya akan kita maksimalkan sambil melengkapi armada baru," kata Afkar.
Menggalakkan Gerakan Memilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Tentu saja, tersedianya kendaraan pengangkut yang baru tidak akan langsung menyelesaikan masalah lingkungan tanpa adanya kerja sama dari masyarakat. Oleh karena itu, DLH Pasaman Barat meminta komitmen dan kesadaran penuh dari seluruh lapisan warga dalam mengelola pembuangan limbah rumah tangga mereka. Warga diimbau keras agar tidak membuang sampah sembarangan yang bisa memicu kerusakan ekosistem lingkungan.
Sebagai solusi jangka panjang, pihak dinas kini tengah menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional. Saat ini, pemerintah pusat memang sedang gencar mengampanyekan gerakan memilah sampah langsung dari sumbernya atau dari dalam rumah tangga.
"Di Indonesia saat ini digalakkan gerakan memilah sampah. Masyarakat diminta memisahkan sampak organik (terurai) dan an organik sehingga yang di bawa ke TPA adakan sampah an organik saja," katanya menjelaskan teknik pengelolaan tersebut.
Dengan memisahkan antara limbah organik yang mudah hancur dengan material anorganik yang sulit terurai, beban TPA Muaro Kiawai akan berkurang drastis. Demi menyukseskan program kebersihan ini, Afkar menyebutkan bahwa instansinya akan terus meningkatkan sosialisasi mengenai gerakan memilah sampah. Pihak dinas juga akan terus memasang imbauan secara masif agar masyarakat luas semakin disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan di fasilitas umum.