Berdasarkan analisis tim teknis, penyebab utama tumbangnya situs web adalah lonjakan trafik yang ekstrem, di mana lebih dari 6.000 pengguna mengakses sistem secara bersamaan dalam waktu singkat. Saat ini, tim teknis terus mengoptimalkan stabilitas situs hingga pendaftaran ditutup sepenuhnya.
"Komitmen kami adalah tidak ada anak yang tidak sekolah, dan jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan atau kecewa hanya karena terkendala sistem," pungkas Yopi.