Strategi Nelayan Pariaman Menghadapi Cuaca Buruk demi Pasokan Ikan

Jumat 21-08-2026,03:42 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

SUMBAR.DISWAY.ID - Gelombang tinggi dan cuaca buruk yang menerjang wilayah perairan Kota Pariaman, Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir tidak menyurutkan langkah sebagian nelayan untuk terus melaut demi menangkap ikan.

"Kapal bagan tetap beroperasi, sedangkan nelayan tradisional (pukat payang dan pancing) pada umumnya tidak melaut, tapi tetap ada yang melaut meskipun hasilnya tidak maksimal," kata Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Zainal di Pariaman, Jumat.

Zainal menjelaskan bahwa ukuran kapal bagan yang relatif besar memungkinkan armada ini bertahan menembus terpaan ombak. Hal ini berbeda dengan nelayan tradisional yang mengandalkan perahu berukuran lebih kecil sehingga memilih bersikap ekstra hati-hati.

Kendati demikian, para bahariwan Pariaman umumnya menguasai pengetahuan cara mengatasi gelombang laut. Mereka dibekali naluri yang tajam dalam membaca perubahan alam di wilayah perairan setempat.

"Jika nelayan merasa cuaca akan buruk mereka dipastikan tidak melaut, ini jarang yang meleset," katanya.

Untuk menyiasati situasi, para jurumudi kapal tradisional biasa berlayar sejak subuh dan kembali ke darat sebelum siang tiba. Strategi ini mereka pilih karena kondisi atmosfer perairan pada rentang waktu tersebut biasanya masih tergolong kondusif ketimbang sore hari yang kerap memburuk.

Kerjasama Antardaerah Menjaga Stok Ikan

Meskipun fluktuasi cuaca memicu penurunan volume tangkapan, persediaan komoditas perikanan di Kota Pariaman tetap aman terkendali. Pengusaha perikanan lokal intensif berkoordinasi dengan jaringan pasokan di sejumlah wilayah sekitar, seperti Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, hingga Kabupaten Pasaman Barat.

"Begitu juga sebaliknya, jika stok di sini melimpah agen daerah lainnya juga meminta ikan ke Pariaman. Jadi Pariaman tidak pernah kekurangan ikan," ujarnya.

Sinergi lintas daerah ini membuktikan ketahanan rantai pasok pangan, sehingga kebutuhan konsumsi harian masyarakat Pariaman terus terpenuhi tanpa memicu kelangkaan.

Siklus Tahunan dan Target Produksi Tangkapan

Zainal menambahkan bahwa penurunan volume tangkapan saat cuaca buruk merupakan siklus alami yang berulang setiap tahun. Periode sulit ini biasanya akan kembali pulih saat memasuki musim panen ikan di bulan-bulan berikutnya.

Saat ini, catatan rerata produksi perikanan tangkap di Kota Pariaman menembus angka sekitar 6.500 ton per tahun. Capaian ini bersumber dari aktivitas operasional sembilan unit armada kapal bagan serta ratusan nelayan tradisional yang konsisten melaut di perairan Pariaman.

Kategori :