Pembelajaran Jarak Jauh di Bukittinggi Diperpanjang hingga 21 Oktober 2026

Sabtu 17-10-2026,22:33 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

SUMBAR.DISWAY.ID - Kabut asap yang menurunkan kualitas udara di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), membuat pemerintah kota memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik hingga 21 Oktober 2026. Kebijakan ini berlaku mulai 19 Oktober 2026 untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa, sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, mengatakan perpanjangan PJJ mengacu pada arahan guru agar siswa tetap mengikuti pembelajaran meskipun tidak datang ke sekolah.

“Perpanjangan PJJ dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa, sekaligus memastikan pembelajaran tetap berlangsung dari rumah sesuai arahan guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Albertiusman di Bukittinggi, Sabtu.

Pemkot Bukittinggi menetapkan kebijakan tersebut melalui Surat Edaran Nomor: 400.3.2/704/Disdikbud/2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan dan Perlindungan Kesehatan Peserta Didik Dalam Kondisi Pencemaran Udara Akibat Asap.

Perpanjangan ini melanjutkan kebijakan pembelajaran daring yang sebelumnya telah berlaku di seluruh satuan pendidikan di Bukittinggi. Pemerintah kota juga menegaskan bahwa perubahan metode belajar tersebut tidak berarti siswa menjalani libur sekolah.

PJJ Berlaku untuk PAUD hingga SMP, Sekolah Siapkan Modul Cetak

Sebelum memperpanjang kebijakan hingga 21 Oktober 2026, Pemkot Bukittinggi telah menerapkan pembelajaran jarak jauh pada 14-17 Oktober 2026. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Cakupan PJJ meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), taman penitipan anak (TPA), hingga jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Ketentuan tersebut juga mencakup SD atau Paket A untuk kelas satu sampai kelas enam serta SMP atau Paket B untuk kelas tujuh sampai kelas sembilan.

Albertiusman menegaskan, penghentian sementara pembelajaran tatap muka bertujuan menyesuaikan metode pendidikan dengan kondisi kualitas udara. Dengan demikian, siswa tetap memperoleh hak belajar tanpa harus menghadapi risiko akibat pencemaran udara di lingkungan sekolah.

Selama PJJ berlangsung, sekolah memusatkan materi pembelajaran pada penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta pola hidup sehat. Guru juga diharapkan memberikan tugas yang fleksibel dan menyenangkan agar kegiatan belajar tidak membebani peserta didik maupun orang tua atau wali.

Pemkot Bukittinggi turut memperhatikan siswa yang mengalami kendala akses internet maupun tidak memiliki perangkat digital untuk mengikuti pembelajaran daring. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak sekolah wajib menyediakan modul cetak atau bahan pembelajaran luring agar siswa tetap bisa belajar dari rumah.

Selain itu, kepala sekolah mendapat kewenangan mengambil langkah darurat atau diskresi apabila kualitas udara tiba-tiba memburuk sebelum pemerintah menerbitkan surat edaran perpanjangan secara resmi. Kebijakan ini memungkinkan sekolah menyesuaikan langkah perlindungan peserta didik berdasarkan kondisi yang berkembang.

Pemkot Bukittinggi juga memantau perkembangan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) setiap hari. Pemerintah kota melakukan evaluasi secara berkala setiap 24 jam untuk menilai kondisi udara dan menentukan langkah selanjutnya terkait penyelenggaraan pendidikan.

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA Naik Menjadi 124

Di tengah perpanjangan PJJ, Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang muncul dalam dua pekan terakhir. Penurunan kualitas udara menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli, menyampaikan bahwa laporan Stasiun Pemantau Atmosfer Global menunjukkan kualitas udara di wilayah tersebut mengalami penurunan. Kondisinya bahkan sempat mencapai kategori sangat tidak sehat pada waktu tertentu.

"Berdasarkan laporan Stasiun Pemantau Atmosfer Global, kualitas udara di Bukittinggi menurun. Yang tadinya sedang, sempat tidak sehat bahkan sangat tidak sehat di waktu tertentu," kata dia.

Kategori :