Godok Obuih, Kuliner Tradisional Minangkabau Sarat Makna Adat

Jumat 16-10-2026,23:23 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

SUMBAR.DISWAY.ID - Di Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ada kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa manis dan gurih, tetapi juga menyimpan makna kebersamaan dalam adat Minangkabau. Hidangan bernama Godok Obuih ini tetap lestari hingga kini dan menjadi bagian penting dalam sejumlah prosesi adat, terutama menjelang pesta pernikahan.

Godok Obuih memiliki tekstur lembut dan kenyal yang membedakannya dari godok pada umumnya. Jika kebanyakan godok diolah dengan cara digoreng, kuliner khas Lubuk Tarok ini justru dibuat melalui proses perebusan. Kata "obuih" sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti rebus, sesuai dengan cara pengolahan makanan tersebut.

Bahan dan Cara Membuat Godok Obuih

Godok Obuih menggunakan bahan-bahan yang memadukan rasa manis dan gurih. Adonan utamanya terdiri dari pisang, seperti pisang kepok atau pisang sim batu, yang dicampur dengan tepung ketan, tepung beras, gula, santan, dan daun pandan.

Setelah seluruh bahan tercampur, pembuatnya membentuk adonan menjadi bulatan-bulatan. Setiap bulatan kemudian diisi gula aren sebelum direbus hingga matang. Proses ini menghasilkan hidangan dengan rasa manis yang khas serta tekstur lembut dan kenyal.

Teknik perebusan menjadi ciri utama yang membedakan Godok Obuih dari jenis godok lainnya. Selain menghasilkan karakter rasa dan tekstur tersendiri, cara pengolahan tersebut juga melekat pada nama kuliner yang diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat Lubuk Tarok.

Tradisi Godok Obuih dalam Adat Minangkabau

Bagi masyarakat Lubuk Tarok, membuat Godok Obuih bukan sekadar kegiatan memasak untuk menyajikan makanan. Tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya yang terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Menjelang pesta perkawinan, para perempuan atau Bundo Kanduang bergotong royong menyiapkan Godok Obuih sebagai bagian dari rangkaian adat. Kegiatan bersama ini memperlihatkan peran masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mempersiapkan kebutuhan prosesi pernikahan.

Proses pembuatan Godok Obuih juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kekompakan antaranggota keluarga. Saat menyiapkan hidangan, masyarakat tidak hanya menjalankan tradisi kuliner, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa syukur.

Keberadaan Godok Obuih hingga saat ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional memiliki peran lebih luas daripada sekadar makanan. Di Lubuk Tarok, hidangan ini menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan warisan kuliner daerah sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau yang tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Kategori :