SUMBAR.DISWAY.ID -- Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah, menegaskan pentingnya pendataan yang akurat terhadap kerusakan dan dampak bencana alam di daerah itu agar penanganan serta pemulihan dapat dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Camat Basa Ampek Balai Tapan dari Danil Agustian kepada Erna Juita, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Asisten, Staf Ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pinca Bank Nagari Tapan Melki Milton, para camat, Kapolsek, Danramil, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
BACA JUGA:HJ-RI Dinilai Serius Bangun Pessel, Darmansyah: Wilayah Eks Pancung Soal Tak Terabaikan
Dalam sambutannya, Darmansyah meminta camat, wali nagari, kepala sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait bekerja sama menyiapkan data riil mengenai kerusakan akibat bencana, termasuk kondisi rumah warga, fasilitas pendidikan, jalan, serta sarana dan prasarana umum lainnya.
Ia menjelaskan, anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dijadwalkan melaksanakan reses pada 22–28 Oktober 2026 dengan turun ke daerah pemilihan masing-masing.
Momentum tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak sekaligus menyerap aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan penanganan dan pemulihan.
“Bupati bersama Wakil Bupati juga menegaskan kepada camat dan seluruh wali nagari agar datanya riil. Anggota DPRD akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi dan dampak yang dialami masyarakat kita pada saat ini,” ujar Darmansyah.
BACA JUGA:Hadiri Sertijab Camat Basaba Tapan, Wabup Risnaldi Tegaskan Komitmen Pemkab Majukan Tapan
Menurutnya, pendataan yang akurat sangat penting agar pemerintah daerah dan DPRD dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, sehingga kebutuhan masyarakat terdampak bisa ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan skala prioritas.
Darmansyah berharap para wali nagari, perangkat nagari, kepala sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat berkoordinasi dengan camat untuk menyiapkan data kerusakan dan kebutuhan pemulihan secara lengkap.
Ia menegaskan, penanganan dampak bencana harus menjadi perhatian bersama, terutama terhadap kerusakan rumah warga, fasilitas pendidikan, jalan, dan sarana umum lainnya yang dibutuhkan masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Darmansyah juga menjelaskan bahwa hasil pendataan dan peninjauan lapangan nantinya dapat menjadi bahan untuk mengusulkan penanganan melalui berbagai sumber pendanaan, baik anggaran tanggap darurat atau Belanja Tidak Terduga (BTT), anggaran pemerintah kabupaten, maupun dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
BACA JUGA:Resmi Jabat Camat Basaba Tapan, Erna Juita Tekankan Pelayanan Prima kepada
Sementara itu, kebutuhan yang belum tertangani melalui sumber anggaran tersebut dapat diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD untuk diusulkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.