Beasiswa Amartha Antar Salma dari Padang Belajar Sains di Kampus Luar Negeri

Beasiswa Amartha Antar Salma dari Padang Belajar Sains di Kampus Luar Negeri

Keterangan Foto: Salma, penerima Beasiswa Amartha Cendekia Batch 1 bersama Eny asal Padang, Sumatra Barat--Istimewa

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Salma membangun jalannya dengan penuh inisiatif. Ia aktif mencari peluang beasiswa sebagai bagian dari langkah mandiri untuk menyiapkan masa depan akademik dan karirnya. Di saat yang sama, ia terus mengembangkan diri lewat  kompetisi, kegiatan organisasi, menjalankan proyek sosial atas inisiatifnya sendiri, hingga  bergabung dengan LSM di bidang pendidikan.

Salma mengenal Beasiswa Amartha Cendekia dari keluarganya. Saat itu ia tidak berekspektasi tinggi untuk terpilih, namun saat dinyatakan lolos, Salma menyebutnya sebagai salah satu titik penting dalam hidupnya. 

“Aku sempat khawatir karena perjalanan akademikku kurang matang. Tapi ternyata Amartha dan kasih kesempatan,” tuturnya.

Beasiswa Amartha Cendekia hadir mendukung siswa-siswi kelas 11 di tingkat SMA/SMK di seluruh Indonesia melalui bantuan dana pendidikan senilai Rp3 juta dan program mentoring persiapan menuju Universitas selama satu tahun oleh Kakak Asuh dari kalangan profesional.  Beasiswa ini juga memberikan dana pendidikan tambahan senilai Rp5 juta untuk anak-anak yang berhasil diterima di Universitas.

Lebih dari sekadar dukungan pendidikan, Salma merasakan kehadiran Kakak Asuh menjadi ruang  belajar yang membuka perspektifnya tentang masa depan dan karir.

“Kehadiran kakak asuh di Beasiswa Amartha bagi aku sangat berharga. Selama ini aku hanya  dapat perspektif dari ibu. Dengan adanya kakak asuh, wawasan aku terhadap kesempatan meraih pendidikan tinggi, memahami dunia kerja, dan cara menyusun prioritas  hidup jadi semakin terbuka,” jelasnya.

BACA JUGA:Ini Dia City Car Terbaik di IIMS 2026: Honda Brio!

BACA JUGA:Upaya Rehabilitasi Sawah Pascabencana Sumatra, Kementan Alokasikan Anggaran Rp336 miliar

 

Jalan Panjang Menjadi Scientist

Salma menjadi salah satu penerima beasiswa Amartha yang berhasil melanjutkan studi hingga  perguruan tinggi. Ia diterima oleh berbagai macam universitas di dalam dan luar negeri.

Di tengah proses tersebut, Salma sempat merasa putus asa ketika beberapa beasiswa yang ia incar tidak membuka pendaftaran. Namun ia tidak berhenti mencoba. Ia mendaftar ke puluhan universitas di sejumlah negara seperti Kanada, Malaysia, dan Australia. Ia pun diterima di belasan di antaranya bahkan lolos ke universitas ternama seperti University of Melbourne dan University of Toronto.

Meski demikian, ia memilih Albukhary International University karena menawarkan program yang ditawarkan dinilai lebih sesuai dengan minatnya dan lokasi yang lebih dekat dengan  Indonesia. Bagi Salma, kunci dari perjalanan panjang ini adalah memiliki tujuan yang jelas. 

“As long as I have a purpose, I can do everything. Semuanya bisa masuk ke aku,” katanya.

Ia juga menyebutkan dukungan keluarganya sebagai bagian penting dari proses ini. 

Sumber: