Menag Nasaruddin Umar: Imam Masjid Harus Cerdas, Tak Cukup Hanya Paham Ritual

Menag Nasaruddin Umar: Imam Masjid Harus Cerdas, Tak Cukup Hanya Paham Ritual

--

SUMBAR,DISWAY.ID -  Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual bagi para imam masjid di seluruh Indonesia. Menurutnya, di era modern saat ini, seorang imam tidak boleh hanya membatasi diri pada penguasaan aspek ritual keagamaan semata.

Pesan tajam tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) yang berlangsung secara daring, Kamis (9/4). Forum ini diikuti oleh ratusan pengurus pimpinan wilayah dan pimpinan cabang IPIM dari berbagai pelosok negeri.

Nasaruddin Umar menegaskan bahwa imam masjid memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang semakin kompleks di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong para imam untuk terus memburu kualitas pendidikan yang lebih tinggi, bahkan hingga jenjang doktoral (S3).

"Imam masjid harus menjadi pemimpin umat yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus kepekaan sosial. Peran mereka tidak hanya memimpin salat, tetapi juga membimbing masyarakat," tegas Nasaruddin.

Ia menilai, imam yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni akan lebih mampu memberikan solusi yang relevan terhadap tantangan zaman. Kedalaman ilmu ini, lanjut Menag, merupakan modal utama agar masjid dapat kembali menjadi pusat peradaban dan pembinaan umat yang efektif.

Selain menyoroti kapasitas personal, Menag juga memberikan peringatan keras terkait marwah organisasi IPIM. Ia meminta para imam masjid untuk menjaga integritas moral dan tetap mempertahankan independensi organisasi dari tarikan kepentingan politik praktis.

Mengingat posisi imam masjid sangat strategis sebagai figur pemersatu, keterlibatan dalam politik dinilai dapat memecah belah umat. "Integritas moral para imam harus terus dijaga," imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua PW IPIM Banten, Ahmad Tholabi Kharlie, mengamini bahwa penguatan keilmuan adalah langkah krusial. Menurutnya, masjid akan semakin berperan sebagai fondasi moral bangsa jika dipimpin oleh imam yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Kementerian Agama melalui portal resmi kemenag.go.id terus menyediakan berbagai layanan dan informasi regulasi guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Masyarakat dan para praktisi keagamaan juga dapat memantau perkembangan agenda nasional melalui saluran digital resmi tersebut.

Sumber: