Mahyeldi Targetkan Persentase Entrepreneur Sumbar Tembus 2 Digit pada 2030
Mahyeldi Targetkan Persentase Entrepreneur Sumbar Tembus 2 Digit pada 2030--
SUMBAR.DISWAY.ID -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menargetkan persentase wirausaha atau entrepreneur di Sumatera Barat mampu menembus dua digit pada tahun 2030.
Target tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Digital Marketing di Padang Panjang, Minggu (24/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengatakan, pengembangan kewirausahaan muda menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumbar yang terus dilanjutkan hingga periode keduanya memimpin.
BACA JUGA:Sekolah Bahagia Jadi Sorotan, Yayasan Pertiwi dan Unand Bahas Kesehatan Mental Siswa
“Ini merupakan program andalan kita di Sumbar, baik pada periode pertama maupun periode kedua. Kita ingin terus mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang mampu berkembang dan bersaing, terutama di era digital seperti sekarang,” ujar Mahyeldi.
Ia menyebutkan saat ini persentase entrepreneur di Sumatera Barat telah berada di atas rata-rata nasional. Secara nasional angka wirausaha berada di kisaran 3 persen, sementara Sumbar telah mencapai sekitar 4 persen.
Namun menurutnya capaian itu belum cukup. Sumatera Barat, kata Mahyeldi, harus terus bergerak agar mampu mencapai persentase dua digit pada tahun 2030.
“Nasional sekitar 3 persen, Sumbar sudah di angka 4 persen. Kita ingin meningkat lebih jauh lagi. Target kita pada 2030 bisa mencapai dua digit,” katanya.
BACA JUGA:Silaturrahim MDN-G Perkuat Ikatan Ranah dan Rantau Diaspora Minang Dunia
Mahyeldi menilai banyaknya jumlah entrepreneur menjadi salah satu indikator penting kemajuan suatu daerah.
Ia mencontohkan negara-negara maju memiliki persentase wirausaha yang tinggi, seperti Malaysia yang sudah mencapai sekitar 8 persen dan Singapura yang telah berada pada angka dua digit.
“Banyaknya pengusaha adalah pertanda daerah itu maju. Karena itu Sumbar membutuhkan lebih banyak entrepreneur yang tumbuh dari anak-anak muda kita,” ucapnya.
Peserta pelatihan yang mayoritas berusia di bawah 30 tahun disebut Mahyeldi sebagai kelompok strategis yang perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah Provinsi Sumbar juga memberikan prioritas kepada generasi milenial dan women entrepreneur sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem usaha muda di daerah.
Menurutnya, pelatihan digital marketing menjadi salah satu langkah konkret dalam membekali generasi muda dengan kemampuan bisnis berbasis teknologi, mulai dari memperluas jangkauan pasar, memperkuat branding, hingga meningkatkan penjualan melalui platform digital.
Sumber: