Permukiman Dekat Jam Gadang Bukittinggi Kebakaran, Satu Orang Meninggal Dunia
--
SUMBAR.DISWAY.ID — Sebuah musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Baru, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi pada Kamis (28/5/2026) siang. Amukan si jago merah yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB ini menelan satu korban jiwa dan mengakibatkan kerugian materil yang sangat besar bagi pemilik rumah.
Lokasi kejadian yang berada di pusat kota dan berbatasan langsung dengan ikon wisata Jam Gadang sempat membuat situasi mencekam. Bahkan, bola api yang terbang akibat embusan angin sempat mengenai salah satu atap hotel yang berdiri dekat dengan tempat kejadian perkara. Beruntung, petugas sigap menjinakkan rambatan api tersebut sebelum meluas.
"Korban meninggal dunia diketahui bernama Mak Niza (65), seorang ibu rumah tangga setempat. Korban terjebak di dalam kobaran api yang menghanguskan rumahnya," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bukittinggi, Joni Feri.
Kronologi Kejadian dan Nekat Menerobos Kobaran Api Demi Barang Berharga
Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus Ketua RT setempat, Davidson (54), peristiwa tragis ini bermula saat dirinya sedang berjalan ke area belakang rumahnya. Secara mendadak, ia melihat gumpalan asap hitam pekat serta kobaran api yang sudah telanjur membesar dari rumah milik korban.
"Api dengan cepat merembet dan melahap material bangunan. Kami langsung menghubungi aparat kewilayahan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi," kata Davidson menceritakan kepanikan di lokasi.
Informasi berharga yang dihimpun tim kami di lapangan mengungkapkan fakta yang memilukan. Sang adik kandung, Neli (53), sebenarnya sudah sempat menyelamatkan Mak Niza keluar dari bangunan saat api mulai membesar. Namun, karena diduga panik, korban justru nekat menerobos kembali ke dalam rumah yang sedang diamuk api. Tindakan berbahaya itu ia lakukan demi menyelamatkan sejumlah barang berharga yang tertinggal di dalam kamarnya.
Nahas, kobaran api yang kian mengganas langsung mengepung seisi ruangan. Korban akhirnya terjebak di dalam kamar dan tidak memiliki waktu lagi untuk menyelamatkan diri dari kepulan asap serta suhu panas yang ekstrem.
Proses Evakuasi Korban dan Kehadiran Wali Kota di Lokasi Kebakaran
Petugas gabungan yang tiba di lokasi kejadian langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi tubuh korban setelah api mulai bisa dikendalikan. Sayangnya, petugas menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tim medis segera melarikan jasad Mak Niza ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dari pihak rumah sakit.
Saat bencana kebakaran ini berkecamuk, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, juga terlihat hadir langsung di lokasi. Orang nomor satu di Bukittinggi tersebut turun ke lapangan guna membantu memimpin proses evakuasi warga sekitar agar menjauh ke zona yang lebih aman.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan aparat kepolisian di lokasi membantu menenangkan warga yang panik akibat posisi kebakaran yang sangat dekat dengan pusat keramaian kota. Petugas langsung menyekat area agar warga tidak mendekat demi keselamatan mereka.
Total Kerugian Finansial dan Penyelidikan Penyebab Pasti Kebakaran
Amukan si jago merah ini tidak hanya menyisakan duka mendalam akibat hilangnya nyawa seseorang, tetapi juga menghancurkan harta benda. Api meluluhlantakkan bangunan beserta seluruh isinya dalam waktu yang relatif singkat.
"Selain menimbulkan korban jiwa, musibah kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai 250 juta," tutur Joni Feri memberikan rincian taksiran kerugian materi yang diderita.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran petugas Damkar Kota Bukittinggi dengan bantuan penuh dari warga sekitar masih tetap bertahan di lokasi. Mereka melakukan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bara api atau titik api tersembunyi yang tersisa di balik puing bangunan. Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti untuk mengetahui penyebab pasti yang memicu kebakaran tersebut.
Sumber: