Banjir Padang Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa genangan air yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, kini berangsur surut. Seiring membaiknya situasi di lokasi terdampak, warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke kediaman masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengabarkan perkembangan positif ini langsung dari Jakarta pada Rabu.
"Berdasarkan pembaruan kondisi banjir di sejumlah wilayah terdampak sudah berangsur surut," kata dia.
Dampak Luapan Sungai di Lima Kecamatan Kota Padang
Hujan deras berintensitas sangat tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8) sejak siang hingga sore hari menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi ini. Curah hujan yang tinggi mendadak membuat luapan air beberapa sungai melimpah hingga menggenangi permukiman warga. Bahkan, ketinggian muka air sempat menyentuh angka 150 centimeter di beberapa titik terparah.
Bencana ini melanda lima wilayah kecamatan secara meluas, meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Menanggapi kondisi darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan masyarakat langsung turun tangan menerjunkan personel. Mereka menyisir pemukiman untuk mengevakuasi warga yang terjebak sekaligus melangsungkan kaji cepat terkait dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan.
Status Transisi Darurat dan Imbauan Kewaspadaan BNPB
Guna mempercepat proses pemulihan pascabencana, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi memberlakukan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana. Penetapan kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026. Status khusus tersebut memberikan landasan hukum yang kuat bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam merancang strategi pemulihan serta memperbaiki berbagai sarana publik yang rusak.
Kendati air mulai surut, ancaman hidrometeorologi belum sepenuhnya berakhir. Pihak BNPB mengingatkan warga agar tidak lengah menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.
"BNPB mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Warga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir saat hujan lebat, serta segera melaporkan kondisi kedaruratan kepada petugas apabila terjadi potensi ancaman bencana demi keselamatan bersama," kata Abdul.
Sumber: