Diet Keto Masih Populer, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
Diet--
SUMBAR,DISWAY.ID - Tren menurunkan berat badan secara instan terus berkembang, dan diet keto tetap menjadi primadona di kalangan pegiat gaya hidup sehat. Pola makan yang mengutamakan asupan tinggi lemak dan sangat rendah karbohidrat ini menjanjikan penurunan angka timbangan dalam waktu singkat. Namun, di balik popularitasnya, metode ini menyimpan mekanisme biologis kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam agar tidak menjadi bumerang bagi kesehatan.
Diet keto memiliki kemiripan dengan pola makan rendah karbohidrat lainnya seperti diet Atkins atau DEBM. Perbedaan mendasarnya terletak pada target mencapai kondisi ketosis yang sempurna. Secara alami, tubuh manusia membakar glukosa dari karbohidrat sebagai sumber energi utama.
Ketika Anda memangkas asupan karbohidrat secara ekstrem, tubuh akan mencari sumber bahan bakar alternatif. Pada titik inilah tubuh mulai membakar simpanan lemak dan mengubahnya menjadi keton di dalam hati. Keton kemudian mengalir ke seluruh tubuh, termasuk otak, untuk menyediakan energi. Proses metabolisme inilah yang para ahli sebut sebagai kondisi ketosis.
Manfaat Diet Keto Bagi Kesehatan Medis
Meski awalnya populer untuk estetika tubuh, dunia medis telah lama menggunakan diet keto sebagai terapi penunjang untuk berbagai penyakit kronis. Berikut adalah beberapa manfaat signifikan yang telah teruji melalui berbagai riset:
1. Manajemen Gula Darah Diabetes Tipe 2
Penderita diabetes tipe 2 seringkali mendapatkan rekomendasi untuk menjalani pola makan ini. Dengan membatasi karbohidrat, tubuh tidak perlu memproduksi insulin dalam jumlah besar. Penggunaan lemak sehat dari ikan salmon, alpukat, dan kacang-kacangan justru memperbaiki sensitivitas insulin dan membantu tubuh memproses energi dengan lebih stabil.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Banyak orang khawatir bahwa asupan lemak tinggi akan merusak jantung. Faktanya, diet keto yang benar (mengutamakan lemak tak jenuh) justru mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Penurunan kadar insulin akibat diet ini juga berperan penting dalam menghambat produksi kolesterol berlebih dalam tubuh.
3. Terapi Efektif untuk Epilepsi Anak
Sejarah mencatat bahwa diet keto muncul pertama kali sebagai terapi untuk penderita epilepsi, terutama pada anak-anak. Penelitian membuktikan bahwa anak yang menjalani diet ini selama satu tahun mengalami penurunan frekuensi kejang hingga 50 persen. Keton hasil pembakaran lemak memberikan perlindungan ekstra pada sel-sel saraf di otak.
4. Perlindungan Sistem Saraf
Selain epilepsi, para ahli sedang meneliti potensi diet keto untuk menghambat perkembangan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Molekul keton diduga mampu melindungi sel otak dari kerusakan oksidatif yang menjadi pemicu utama gangguan saraf.
Panduan Menjalani Diet Keto yang Tepat
Sumber: