BBPOM di Padang Intensifkan Pengawasan Pangan Ramadan di Pessel, 30 Sampel Diuji Langsung
BBPOM Padang gelar pemeriksaan pangan ramadhan mulai dari bahan pokok sembako hingga dagangan takjil.-Ist-
SUMBAR, DISWAY.ID -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dengan turun langsung ke lapangan, termasuk melakukan pengambilan dan pengujian sampel takjil di wilayah Painan dan sekitarnya, Rabu (25/2/2026).
Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Sumatera Barat.
“Ini merupakan program intensifikasi pangan dari Badan POM, yang kami selaku UPT daerah BBPOM di Padang melaksanakan program ini dalam beberapa tahapan," kata Martin.
BACA JUGA:Jelang Libur Lebaran, Kadis Ronald Bernando Minta Pantai Carocok Painan Bersolek
Yang pertama, kata dia, mengunjungi distributor bahan baku, kemudian pedagang takjil, dan swalayan.
Dikatakan, tujuannya adalah memproteksi masyarakat supaya terhindar dari makanan expired maupun takjil yang mungkin mengandung bahan berbahaya seperti formalin, rodamin, boraks, dan sebagainya.
Dalam kegiatan tersebut, BBPOM membawa laboratorium keliling untuk melakukan uji sampel secara langsung di lokasi.
Bersama Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, tim telah mengambil sekitar 30 sampel makanan dan minuman untuk diuji kandungannya.
BACA JUGA:Wabup Risnaldi Pimpin Langsung Razia Hiburan Malam, 8 Pemandu Karaoke Beserta Miras Diamankan
“Tadi sudah kita sampling bersama Pak Wakil Bupati sebanyak lebih kurang 30 sampel. Hasilnya sekitar setengah jam mendatang akan keluar. Kami sengaja membawa laboratorium keliling agar masyarakat bisa mengetahui langsung apakah makanan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak,” jelasnya.
Martin menegaskan, jika ditemukan pelanggaran atau kandungan berbahaya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengambil langkah lanjutan.
“Jika terjadi temuan, maka kami akan menyurati langsung pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti, apakah penjualnya ditutup sementara atau bahan bakunya yang ditertibkan. Itu tergantung kebijakan pemerintah daerah,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah daerah sebelumnya. “Sampai saat ini kami sudah melakukan di Solok, Padang Pariaman, Kota Pariaman, ini yang keempat di Pesisir Selatan, dan besok akan dilanjutkan ke Pasaman. Untuk swalayan, kami juga melakukan audit dan pemeriksaan,” ujarnya.
BACA JUGA:Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah
Sumber: