Sudah Tahu Belum? Ini Dampak Negatif Berbuka Puasa dengan Gorengan

Sudah Tahu Belum? Ini Dampak Negatif Berbuka Puasa dengan Gorengan

--

Sumbar.Disway.id - Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa dapat memberikan efek negatif pada Kesehatan, terutama bagi organ tubuh yang dipaksa bekerja keras setelah seharian berpuasa.

Hal itu diungkapkan Dietisien (tenaga kesehatan profesional di bidang gizi) dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati.

“Makan terlalu banyak gorengan pada saat berbuka atau sahur dapat memberatkan kerja organ tubuh,” kata Yesi.

Menurutnya, berbuka dengan memakan gorengan mengakibatkan asupan lemak menjadi berlebih, apa lagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Yesi menjelaskan, organ tubuh yang terdampak pertama adalah hati, karena kelebihan lemak akan disimpan dalam organ tersebut. 

Bila terjadi penumpukan lemak bisa menyebabkan perlemakan hati yang berkembang menjadi peradangan, kemudian menjadi sirosis bahkan kanker hati.

Sering makan gorengan juga dapat membuat jantung dan pembuluh darah mengalami penyumbatan, karena asupan lemak berlebih.

“Hal ini dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga terjadi penyumbatan berisiko terjadi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner,” katanya.

Pankreas dan empedu adalah organ lain yang terdampak karena asupan lemak yang berlebih yang bisa menyebabkan resistensi insulin sehingga berisiko terkena diabetes.

Asupan lemak berlebih juga dapat memberatkan kerja organ ginjal karena memaksa ginjal bekerja lebih keras bisa menyebabkan penyakit ginjal kronik.

Yesi menambahkan organ paru-paru juga terdampak akibat lemak berlebih, terutama jika lemak ada di area perut bisa menekan diafragma sehingga menyebabkan sesak nafas.

"Efek lainnya terjadi pada sistem reproduksi yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan karena ketidakseimbangan hormon," kata Yesi.

Selain itu, berbuka dengan gorengan bisa mengganggu pencernaan karena saluran cerna dipaksa bekerja keras setelah berpuasa selama kurang lebih 12 jam.

Ia menyarankan frekuensi makan gorengan yang masih dalam batas aman adalah maksimal dua buah sehari bagi yang sehat atau status gizi masih normal, asalkan dalam menu makannya tidak ditambah lagi dengan pengolahan yang digoreng atau bersantan.

Sumber: