Kreatif! Warga Palimo Indah Olah Sampah Organik dan Bunga Telang Jadi Produk Bernilai
Kreatif! Warga Palimo Indah Olah Sampah Organik dan Bunga Telang Jadi Produk Bernilai--
SUMBAR,DISWAY.ID - Sampah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, hingga ampas kopi kerap dianggap tidak berguna dan langsung dibuang. Namun, di tangan warga Kecamatan Pauh, Padang, limbah tersebut justru diolah menjadi sesuatu yang bernilai, yakni pupuk kompos atau yang mereka sebut sebagai “emas hitam”.
Inisiatif ini terlihat di Kompleks Palimo Indah, Cupak Tangah. Ketua RT setempat, Ruzi Zulfita, mengajak warga untuk aktif mengolah sampah organik menjadi kompos. Program ini bahkan telah berjalan cukup lama dan mendapat partisipasi luas dari masyarakat.
Menurutnya, hampir setiap rumah di kawasan tersebut telah memiliki komposter sendiri untuk mengolah sampah rumah tangga. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk yang bermanfaat.
Tidak berhenti pada pengolahan kompos, warga juga memanfaatkan potensi alam sekitar. Salah satunya adalah bunga telang yang diolah menjadi berbagai produk seperti minuman segar, sirup, hingga bahan tambahan kue. Inovasi ini membuka peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
BACA JUGA:Pemko Padang Sosialisasikan Pemilihan Hewan Kurban Sehat ke 140 Panitia Masjid
BACA JUGA:BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
Semangat serupa juga berkembang di kawasan Koto Parak. Warga RT 01/RW 05 turut aktif melakukan pengomposan dengan menggunakan metode ember tumpuk yang tertata di setiap rumah. Kompos cair yang dihasilkan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman.
Ketua RT setempat, Aznir, menjelaskan bahwa kegiatan ini berjalan berkat dorongan aktif dari Ketua RW yang terus mengajak warga menjaga kebersihan dan mengelola limbah secara bijak.
Upaya warga ini mendapat apresiasi dari Ketua Tim Juri I Padang Rancak Award 2026, Andri Rusta. Ia mengajak masyarakat luas untuk ikut mengadopsi kebiasaan pengomposan karena menjadi salah satu indikator penilaian dalam ajang tersebut.
Gerakan ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menciptakan kawasan yang bersih, tetapi juga mampu mendorong kreativitas dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Sumber: