Hasil Survei Terbaru BPS: Jumlah Warga Lansia di Sumbar Naik 12 Persen

Hasil Survei Terbaru BPS: Jumlah Warga Lansia di Sumbar Naik 12 Persen

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Jumlah warga lanjut usia atau lansia di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperlihatkan tren pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, proporsi penduduk berumur 60 tahun ke atas di wilayah ini melonjak cukup tajam dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni dari 10,46 persen pada tahun 2020 menjadi 12,01 persen pada tahun 2025.

"Survei penduduk antarsensus atau Supas 2025 mempertegas adanya penuaan penduduk di Provinsi Sumatera Barat," ujar Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, saat memberikan keterangan di Kota Padang pada hari Senin.

Secara global, sebuah wilayah atau negara resmi masuk ke dalam fase penuaan penduduk (ageing population) jika porsi warga senior berusia minimal 60 tahun sudah menyentuh atau melewati ambang batas 10 persen. Melalui angka 12,01 persen tersebut, wilayah Ranah Minang kini sah berada di dalam kategori tersebut.

Ketimpangan Data Kepadatan Lansia Antar Kabupaten dan Kota di Sumbar

Dinamika grafik penuaan penduduk ini rupanya tidak menyebar rata, melainkan menunjukkan variasi yang cukup besar antarwilayah kabupaten dan kota di Sumbar. Berdasarkan rilis data Supas 2025, Kabupaten Tanah Datar menempati posisi teratas dengan persentase warga lansia paling dominan, yakni mencapai 15,93 persen.

Menyusul di peringkat kedua, Kabupaten Agam mencatatkan angka 14,61 persen, disusul oleh Kota Sawahlunto yang memiliki porsi lansia sebesar 13,09 persen.

Kondisi sebaliknya terjadi di beberapa wilayah lain yang justru memiliki persentase penduduk lansia terendah. Kabupaten Kepulauan Mentawai berada di posisi paling dasar dengan angka 7,99 persen. Selanjutnya, ada Kabupaten Pasaman Barat dengan raihan 8,69 persen, serta Kabupaten Dharmasraya yang mencatatkan porsi lansia sebesar 9,32 persen.

Keluarga Menjadi Penopang Utama Sumber Penghidupan Warga Senior

Selain menyajikan data kuantitatif populasi, survei BPS ini juga memberikan gambaran mengenai sumber utama perolehan uang atau barang bagi para penduduk senior di Sumbar. Fakta menarik mengungkapkan bahwa sebagian besar lansia di Ranah Minang menggantungkan pemenuhan kebutuhan hidup mereka pada bantuan keluarga, dengan proporsi dominan mencapai 49,66 persen.

Di samping sokongan dari sanak saudara, sumber penghidupan yang berasal dari pendapatan pribadi atau aktivitas pekerjaan aktif menempati urutan berikutnya. Sektor ini menyumbang porsi sebesar 35,39 persen bagi pemenuhan harian mereka.

Sementara itu, untuk instrumen keuangan lainnya, para lansia tercatat mengandalkan uang pensiun dengan persentase 10,68 persen, diikuti oleh penerimaan dari program jaminan sosial atau bantuan sosial sebesar 2,36 persen, serta sumber pendanaan lainnya sebesar satu persen.

Tantangan Nyata Fase ageing population di Wilayah Sumatera Barat

Hasil akhir dari riset Supas 2025 ini secara akumulatif menjadi alarm bahwa struktur demografi masyarakat di daerah ini sudah mengalami perubahan haluan yang cukup mendasar. Ketergantungan ekonomi yang terekam dari data finansial menunjukkan minimnya ketahanan dana mandiri di hari tua.

Kontribusi finansial yang bersumber dari tabungan pribadi dan investasi jangka panjang justru mencatatkan angka paling rendah dalam survei ini, yaitu hanya berada di angka 0,92 persen.

"Berdasarkan hasil survei Supas 2025 menunjukkan Provinsi Sumbar sudah berada pada fase penuaan penduduk (ageing population) dengan persentase penduduk lansia sebesar 12,01 persen," tambah Hasanudin mempertegas kondisi riil demografi Sumbar saat ini.

 

Sumber: