Proyek Infrastruktur Pasaman Barat 2026: Ini Daftar Jalan dan Jembatan yang Akan Dibangun

Proyek Infrastruktur Pasaman Barat 2026: Ini Daftar Jalan dan Jembatan yang Akan Dibangun

Pasaman Barat, Infrastruktur 2026, Pembangunan Jalan, Jembatan Sikabau, Berita Sumatera Barat, Dana TKD, Pemkab Pasaman Barat.--

 

SUMBAR.DISWAY.ID - Kabar baik bagi warga Sumatera Barat! Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan bakal menggenjot pembangunan berbagai sarana prasarana vital sepanjang tahun 2026 ini.

Fokus utama pembangunan menyasar pada akses jalan dan jembatan yang bersumber dari Anggaran Transfer ke Daerah (TKD), bantuan presiden, hingga dana bagi hasil.

Saat ini, pihak terkait tengah sibuk merampungkan segala urusan administrasi agar pengerjaan fisik bisa segera terlaksana di lapangan.

"Saat ini kita sedang menyiapkan segala dokumen untuk pengerjaan sarana prasarana itu," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Pasaman Barat, Bambang Sumarsono di Simpang Empat, Pasaman Barat, Kamis, 16 April 2026.

Daftar Jalan dan Jembatan yang Masuk Agenda Pembangunan

Pemerintah daerah telah memetakan sejumlah titik strategis yang menjadi prioritas perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Gunung Tuleh, Koto Balingka, hingga Talamau masuk dalam daftar utama.

Berikut adalah rincian rencana pembangunan infrastruktur yang akan berlangsung:

  • Jalan Simpang 3 Alin - Paraman Ampalu (Kecamatan Gunung Tuleh)

  • Jalan Koto Sawah (Kecamatan Koto Balingka)

  • Peningkatan Jalan MAN Kajai - Simpang Timbo Abu (Kecamatan Talamau)

  • Peningkatan Jalan Jembatan Panjang - Bangkok (Kecamatan Talamau)

  • Pembangunan Jalan Tinggam - Tombang (Kecamatan Talamau)

  • Jembatan Sikabau (Kecamatan Koto Balingka)

  • Jembatan Giri Maju (Kecamatan Luhak Nan Duo)

Bambang Sumarsono menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut sudah masuk dalam pagu anggaran tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan proyek lain jika ketersediaan dana mencukupi.

"Itu yang masuk anggaran untuk pembangunan 2026 ini. Selain itu juga ada rencana pembangunan infrastruktur lainnya yang nanti jika memungkinkan masuk pada transfer ke daerah (TKD) dan sumber dana lainnya," sebutnya.

Alokasi Dana TKD dan Pemulihan Pascabencana

Untuk menunjang seluruh rencana tersebut, Pasaman Barat mendapat kucuran dana transfer ke daerah sekitar Rp120 miliar. Menariknya, sebagian besar dana ini akan fokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

Kepala Badan Keuangan Aset Daerah Pasaman Barat, Zulfi Agus, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen anggaran TKD sudah masuk untuk menanggulangi dampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Data ini merujuk pada dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Berdasarkan rekapitulasi kebutuhan total untuk pemulihan aset, angkanya mencapai Rp765,10 miliar yang terbagi dalam beberapa kewenangan:

  1. Kabupaten: Rp209,29 miliar

  2. Provinsi: Rp372,94 miliar

  3. Kementerian/Lembaga: Rp165,84 miliar

  4. Masyarakat Desa/Nagari: Rp17,02 juta

Kebutuhan dana yang besar tersebut mencakup perbaikan menyeluruh pada kerusakan jalan, jembatan, sistem irigasi, lahan pertanian dan perkebunan, bendungan, hingga rumah warga.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap mobilitas dan ekonomi masyarakat Pasaman Barat segera pulih dan semakin kuat.

Sumber: antara