Sinergikan Digitalisasi dan Nilai Keagamaan, Agam Hadirkan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid
Sinergikan Digitalisasi dan Nilai Keagamaan, Agam Hadirkan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam pengembangan Nagari Creative Hub (NCH). Di Kabupaten Agam, program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan program Bangkik dari Surau sehingga melahirkan konsep Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM).
Konsep tersebut disampaikan Bupati Agam Benni Warlis saat membuka Sosialisasi Program Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6/2026). Menurutnya, NCH yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selama satu tahun memiliki visi yang sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Agam.
Karena itu, Pemkab Agam tidak hanya mengadopsi program tersebut, tetapi mengembangkannya sesuai karakteristik daerah dengan memadukan transformasi digital, nilai-nilai keagamaan, adat, budaya, ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:Harumkan Nama Daerah, Dua Siswa SMPN 1 Kota Solok Raih Medali Perak Olimpiade Nasional
"Kami menyambut baik program NCH dari Pemprov Sumbar. Di Kabupaten Agam, program ini kita kolaborasikan dengan Bangkik dari Surau, sehingga lahir NCHBM yang memadukan transformasi digital dengan nilai-nilai keagamaan, adat, budaya, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat," ujar Benni.
Ia menjelaskan, melalui kolaborasi tersebut masjid dan surau diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, keduanya juga didorong menjadi pusat pengembangan ekonomi umat, pelestarian budaya, pariwisata, hingga ruang kreativitas bagi generasi muda.
Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan 32 masjid sebagai lokasi pengembangan sekaligus pilot project implementasi Nagari Creative Hub Berbasis Masjid. Sementara itu, di tingkat Provinsi Sumatera Barat, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, ditetapkan sebagai lokasi percontohan pengembangan Nagari Creative Hub.
Benni menuturkan, konsep yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang dimiliki nagari. Pengembangannya meliputi penyediaan ruang kreativitas bagi generasi muda, penguatan UMKM dan kuliner berbasis masjid, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah masjid di Agam bahkan telah berkembang secara mandiri melalui sektor wisata serta kegiatan sosial dan ekonomi yang dikelola masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar dalam implementasi program tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia kreatif di tingkat nagari yang mampu mengelola potensi daerah sekaligus memasarkan produk lokal melalui platform digital. Untuk mendukung hal itu, Pemkab Agam juga akan mengembangkan sistem database dan dashboard masjid yang terintegrasi agar pelaksanaan berbagai program sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih efektif, berbasis data, dan tepat sasaran.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap Nagari Creative Hub tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang mampu membangkitkan potensi nagari melalui kekuatan masjid, teknologi digital dan partisipasi masyarakat," tutup Benni Warlis.
Sumber: