Jangan Langsung Tidur Setelah Makan Malam, Ahli Gizi Sarankan Jeda 2–3 Jam

Jangan Langsung Tidur Setelah Makan Malam, Ahli Gizi Sarankan Jeda 2–3 Jam

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Menentukan waktu makan malam ternyata menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas tidur. Makan terlalu dekat dengan waktu beristirahat, terutama dalam porsi besar, dapat membuat pencernaan tetap bekerja dan menimbulkan ketidaknyamanan ketika seseorang mulai berbaring.

Melansir laman Real Simple pada Jumat (9/10), ahli gizi klinis Vanessa Hitch menyarankan agar seseorang menyelesaikan makan malam sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur. Jeda ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum memasuki waktu istirahat.

Meski begitu, Hitch menekankan bahwa rentang waktu tersebut bukan aturan mutlak. Setiap orang dapat merasakan dampak berbeda dari kebiasaan makan malam, sehingga pengaturan waktunya perlu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan tubuh masing-masing.

Mengapa Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur Perlu Dihindari?

Makan dalam porsi besar menjelang tidur dapat membuat sistem pencernaan terus bekerja saat tubuh mulai bersiap untuk beristirahat. Kondisi ini juga berpotensi memicu refluks asam pada sebagian orang, yakni ketika asam lambung naik dan menimbulkan sensasi panas di dada.

Keluhan tersebut dapat mengurangi kenyamanan ketika seseorang berbaring. Karena itu, memberi jeda antara makan malam dan waktu tidur menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung istirahat yang lebih nyaman.

Sejumlah temuan penelitian juga menunjukkan bahwa waktu makan malam berpotensi berkaitan dengan kualitas tidur. Dalam sebuah uji coba yang dikutip Hitch, perempuan muda yang makan malam satu jam sebelum tidur mengalami durasi tidur lebih pendek dibandingkan mereka yang makan lima jam sebelumnya.

Kelompok yang makan lebih dekat dengan waktu tidur tersebut juga lebih sering terbangun pada malam hari dan memiliki efisiensi tidur yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara waktu makan dan kualitas istirahat.

Namun, hasil penelitian tidak selalu menunjukkan dampak yang sama. Penelitian lain menemukan bahwa makan malam satu jam sebelum tidur tidak selalu mengubah pola tidur secara signifikan.

Perbedaan hasil tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh waktu makan malam dapat bervariasi pada setiap orang. Meski demikian, waktu makan tetap berpotensi memengaruhi proses metabolisme tubuh sehingga kebiasaan ini patut diperhatikan.

Bagaimana Mengatur Waktu Makan Malam agar Tidur Tetap Nyaman?

Mengacu pada saran Hitch, menyelesaikan makan malam sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur dapat menjadi panduan awal. Jeda tersebut memberikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum seseorang berbaring.

Akan tetapi, seseorang juga perlu memperhatikan rasa lapar menjelang tidur. Makan malam terlalu awal dapat membuat perut kembali terasa kosong sebelum waktu istirahat tiba.

Rasa lapar yang muncul menjelang tidur bisa menyulitkan seseorang untuk terlelap, terutama jika jarak antara makan malam dan waktu tidur terlalu panjang. Oleh karena itu, mengatur waktu makan bukan berarti harus memaksakan diri untuk tidur dalam keadaan lapar.

Jika rasa lapar muncul menjelang tidur, Hitch menyarankan konsumsi camilan ringan yang mudah dicerna. Beberapa pilihannya adalah yoghurt tawar atau buah dengan sedikit kacang.

Camilan tersebut dapat membantu mengatasi rasa lapar tanpa membuat perut terlalu penuh sebelum beristirahat. Dengan memilih porsi yang sesuai, seseorang dapat memenuhi kebutuhan ringan menjelang tidur tanpa harus mengonsumsi makanan berat.

Selain memperhatikan jeda makan malam, Hitch juga menyarankan agar seseorang menjaga jadwal makan tetap teratur. Pengaturan tersebut sebaiknya mengikuti kebutuhan tubuh, bukan sekadar menerapkan batas waktu yang terlalu ketat.

Pada akhirnya, jeda dua hingga tiga jam sebelum tidur dapat menjadi acuan umum untuk mengatur makan malam. Namun, setiap orang tetap perlu menyesuaikan kebiasaan tersebut dengan respons tubuhnya agar kebutuhan makan dan waktu istirahat dapat berjalan seimbang.

Sumber: