51 Ribu Kunjungan ISPA di Padang, DPRD Desak Pemerintah Pusat Gerak Cepat Atasi Kabut Asap
Kabut asap paksa sekolah PJJ dan picu 51 ribu kunjungan ISPA di Padang. DPRD dorong rekayasa cuaca dan penanganan karhutla di daerah tetangga.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di Sumatera Barat (Sumbar). Dampaknya kian meluas, mulai dari sektor kesehatan hingga pendidikan.
Di Kota Padang, jumlah kunjungan pasien terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat mencapai 51 ribu sejak 17 Agustus hingga Oktober 2026, berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat.
Muharlion mengatakan, kabut asap yang semakin tebal tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memaksa kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).
BACA JUGA:Pemkab Pasbar dan Kementerian UMKM Perkuat Akses Pasar bagi 89 UMKM Terdampak Bencana
“Kita minta pemerintah pusat segera bertindak tegas. Penanganannya harus lebih cepat, karena dampaknya sudah dirasakan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan,” ungkap Muharlion kepada wartawan.
Menurutnya, persoalan kabut asap yang menyelimuti Sumbar juga berkaitan dengan kebakaran lahan di daerah tetangga. Karena itu, diperlukan koordinasi dan langkah konkret untuk menghentikan sumber asap agar dampaknya tidak terus meluas.
Ia menilai, upaya penanganan perlu segera dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan, termasuk mempertimbangkan langkah untuk mengendalikan kondisi cuaca apabila memungkinkan.
“Kita juga mendorong bagaimana penanganan ini segera dilakukan. Apakah melalui rekayasa cuaca atau hujan buatan, tentu perlu dikaji oleh pihak yang berwenang. Kita di daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan itu,” terangnya.
BACA JUGA:Terima Kunjungan Kapolda Irjen Jawari, Gubernur Mahyeldi Perkuat Sinergi Pemprov-Polda Sumbar
Muharlion menegaskan, pemerintah pusat perlu mempercepat penanganan karhutla, termasuk di daerah tetangga seperti Jambi, yang turut menjadi perhatian dalam persoalan kabut asap tersebut.
Di tengah kondisi udara yang semakin buruk, ia juga mengimbau masyarakat Kota Padang mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap sedang tebal.
Ia secara khusus meminta orang tua membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan, meskipun kegiatan sekolah telah dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh.
“Kalau keluar rumah, aktivitas di luar harus dikurangi karena beberapa hari ini kabut asap tebal sekali. Anak-anak yang sudah PJJ jangan malah bermain di luar rumah. Orang tua juga harus memperhatikan kondisi ini,”ujarnya.
Sumber: