Waspada! Makan Sebelum Tidur Bisa Picu Kenaikan Gula Darah

Waspada! Makan Sebelum Tidur Bisa Picu Kenaikan Gula Darah

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Mengatur waktu makan malam dan memilih camilan yang tepat menjadi hal penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali sepanjang malam. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dalam porsi besar menjelang tidur dapat memengaruhi respons tubuh, terutama pada orang yang mengalami pradiabetes atau diabetes.

Ahli gizi terdaftar Jillian Kubala, MS, RD, dalam laman Health pada Minggu waktu setempat, menjelaskan bahwa tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin selama tidur. Insulin merupakan hormon yang membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi atau disimpan.

Ketika seseorang makan tepat sebelum tidur, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kadar gula darah pada malam hari. Risiko ini perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi orang dengan pradiabetes atau diabetes yang mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah.

Jenis makanan yang dikonsumsi menjelang tidur juga menentukan respons tubuh. Makanan tinggi karbohidrat olahan dan gula tambahan, seperti kue kering, es krim, dan minuman bersoda, dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat karena kandungan serat dan proteinnya rendah.

Sebaliknya, makanan yang mengandung protein dan serat dapat membantu memperlambat proses pencernaan serta penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Karena itu, orang yang merasa lapar menjelang tidur dapat memilih camilan dalam porsi kecil dengan kandungan nutrisi yang lebih seimbang.

Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain potongan apel dengan keju, sayuran dengan hummus, atau yoghurt Yunani dengan buah beri. Pilihan tersebut dapat menjadi alternatif camilan dibandingkan makanan tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan.

Waktu Makan Malam Berkaitan dengan Gula Darah dan Kualitas Tidur

Selain memengaruhi kadar gula darah, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dalam waktu yang berdekatan dengan jam tidur juga dikaitkan dengan penurunan kualitas tidur. Salah satu dampaknya berkaitan dengan berkurangnya durasi tidur gelombang lambat, yaitu tahap tidur yang berperan dalam pemulihan tubuh.

Hubungan antara waktu makan dan risiko diabetes juga terlihat dalam sebuah penelitian pada 2024. Penelitian tersebut menemukan bahwa jeda kurang dari tiga jam antara makan malam dan waktu tidur berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

Meski demikian, temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara waktu makan malam dan risiko diabetes tipe 2, bukan bukti bahwa makan larut malam secara langsung menyebabkan penyakit tersebut. Oleh sebab itu, hasil penelitian ini perlu dipahami sesuai dengan temuan yang disampaikan, tanpa menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Mengatur jadwal makan malam agar lebih awal dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu menjaga kadar gula darah. Selain waktu makan, seseorang juga perlu memperhatikan jenis serta porsi makanan yang dikonsumsi pada malam hari.

Pilihan Camilan Sebelum Tidur Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Kesehatan

Bagi orang yang masih merasa lapar menjelang tidur, memilih camilan dalam porsi kecil dapat menjadi pilihan. Camilan yang mengandung protein dan serat, seperti potongan apel dengan keju, sayuran dengan hummus, atau yoghurt Yunani dengan buah beri, dapat membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan glukosa.

Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan perlu diperhatikan karena jenis makanan tersebut dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat. Kue kering, es krim, dan minuman bersoda termasuk contoh makanan atau minuman yang disebut dapat memberikan respons tersebut.

Sumber: