Olahraga Intens Singkat Terbukti Turunkan Risiko Penyakit Kronis

Olahraga Intens Singkat Terbukti Turunkan Risiko Penyakit Kronis

--

SUMBAR.DISWAY.ID – Kabar baik bagi Anda yang sibuk namun ingin tetap sehat. Studi terbaru mengungkap bahwa olahraga intens dalam durasi singkat setiap hari mampu membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis secara signifikan.

Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi ini tidak harus dilakukan lama. Penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal menunjukkan bahwa kualitas latihan lebih berpengaruh dibandingkan sekadar durasi.

Sebagaimana dilansir dari EatingWell pada Selasa, penelitian tersebut menegaskan bahwa intensitas olahraga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Data Besar Ungkap Dampak Nyata

Peneliti menganalisis data dari UK Biobank yang melibatkan lebih dari 96 ribu orang pengguna pelacak kebugaran. Selain itu, lebih dari 375 ribu responden turut memberikan data melalui survei kebiasaan aktivitas fisik.

Para partisipan dipantau selama 9 hingga 14 tahun. Peneliti kemudian mengevaluasi risiko delapan penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit ginjal kronis, gangguan pernapasan, demensia, hingga penyakit hati.

Risiko Penyakit Turun Signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang menyertakan lebih dari 4 persen aktivitas intens dalam total aktivitas mingguan mengalami penurunan risiko kesehatan yang cukup besar.

Kelompok ini memiliki risiko 31 persen lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular. Selain itu, risiko penyakit ginjal kronis turun 41 persen, sementara gangguan pernapasan kronis menurun hingga 44 persen.

Tak hanya itu, dampak positif juga terlihat pada kondisi lain. Risiko diabetes tipe 2 turun hingga 60 persen, sedangkan risiko demensia berkurang 63 persen. Bahkan, risiko kematian dari berbagai penyebab tercatat lebih rendah hingga 46 persen.

Intensitas Jadi Kunci Utama

Peneliti menemukan bahwa setiap jenis penyakit merespons olahraga dengan cara berbeda. Pada penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit hati, durasi dan intensitas sama-sama berpengaruh.

Namun, pada kondisi inflamasi serta demensia, intensitas olahraga justru menjadi faktor yang lebih dominan dalam memberikan manfaat kesehatan.

Meski begitu, penelitian ini bersifat observasional. Artinya, studi tersebut belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, keterbatasan juga muncul dari penggunaan pelacak kebugaran yang hanya dilakukan dalam satu minggu serta data survei mandiri dari responden.

Cukup 15–20 Menit per Minggu

Peneliti menekankan bahwa Anda tidak perlu melakukan olahraga berat dalam waktu lama untuk mendapatkan manfaat. Cukup pastikan sekitar 4 hingga 5 persen dari total aktivitas fisik mingguan termasuk aktivitas intens.

Aktivitas ini bisa berupa jogging singkat, naik tangga dengan cepat, atau gerakan lain yang meningkatkan detak jantung dan membuat napas lebih berat.

Dengan menambahkan sekitar 15 hingga 20 menit aktivitas intens setiap minggu, Anda sudah bisa memperoleh manfaat besar untuk menurunkan risiko penyakit kronis sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.



Sumber: