Naik Jadi Rp4,4 Miliar, Investasi Pariwisata di Pariaman pada 2025

Minggu 22-02-2026,05:24 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

Sumbar.Disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), melaporkan penanaman modal di bidang akomodasi dan pariwisata sepanjang 2025 menyentuh Rp4,4 miliar. Angka itu bertambah Rp825 juta dibandingkan capaian 2024 yang berada di posisi Rp3,6 miliar.

"Salah satu penyebab naiknya investasi di sektor pariwisata tersebut karena semakin tumbuhnya kafe, restoran dan rumah makan serta homestay atau penginapan di Pariaman," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, penanam modal yang berasal dari masyarakat lokal, perantau, hingga investor luar daerah tertarik membangun usaha pariwisata di Pariaman setelah menilai peluang yang tersedia cukup menjanjikan.

Ia menjelaskan, daya tarik tersebut bukan hanya karena banyaknya destinasi wisata serta kuliner khas yang digemari, melainkan juga faktor konektivitas. Jalur dari Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, dan wilayah utara Kabupaten Padang Pariaman menuju Kota Padang serta Bandara Internasional Minangkabau kini semakin lancar berkat pelebaran jalan melalui Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.

Kesempatan tersebut dimaksimalkan pelaku usaha dengan membuka tempat usaha di sepanjang ruas yang menjadi pilihan pengendara untuk memangkas jarak dan waktu perjalanan. 

Kondisi ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu sebelum pelebaran jalan dilakukan, ketika arus kendaraan lebih banyak melintasi Kecamatan Lubuk Alung di Padang Pariaman.

"Salah satu contohnya pada pagi hari jalur tersebut saat ini banyak warung sarapan pagi, pengunjungnya juga banyak. Begitu juga dengan homestay karena pengendara memilih menginap dari pada kemalaman," katanya.

Selain itu, durasi perjalanan dari pusat Kota Padang ke BIM maupun dari Pariaman ke BIM sama-sama sekitar 30 menit. Dengan waktu tempuh yang setara, bermalam di Pariaman menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.

Ia menambahkan, kelebihan menginap di Pariaman bukan hanya pada harga kamar yang relatif ekonomis, tetapi juga banyaknya kafe yang bisa menjadi sarana hiburan bagi wisatawan.

Lonjakan investasi pariwisata juga didorong oleh intensitas penyelenggaraan agenda olahraga dan kegiatan wisata oleh Pemkot Pariaman bersama sejumlah pihak, yang menarik peserta dari berbagai daerah di Tanah Air.

Situasi itu membuat tingkat hunian penginapan di Pariaman kerap penuh oleh wisatawan maupun peserta acara.

Secara total, Pemkot Pariaman mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp53,8 miliar, meningkat Rp3,3 miliar dibandingkan 2024 yang sebesar Rp50,5 miliar.

Capaian tersebut juga melampaui target Rp51 miliar sebesar Rp2,8 miliar.

Penanaman modal di Pariaman masih didominasi usaha berskala mikro dengan nilai di bawah Rp1 miliar, namun kontribusinya dinilai tetap signifikan dalam menciptakan peluang kerja baru.

 

Kategori :