SUMBAR,DISWAY.ID - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, memberikan kritik tajam terhadap performa timnya meski baru saja menjalani debut resmi bersama Ajax Amsterdam. Paes menilai Ajax seharusnya mampu mengamankan poin penuh saat menjamu NEC Nijmegen di Johan Cruijff ArenA, Minggu 22 Februari 2026
Laga pekan lanjutan Liga Belanda tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1. Hasil ini memicu kekecewaan Paes karena Ajax gagal memaksimalkan status sebagai tuan rumah di hadapan pendukung sendiri.
"Ketika Anda bermain untuk Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang," tegas Paes mengutip laman resmi klub.
Ajax sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan. Tuan rumah berhasil memecah kebuntuan lebih dulu melalui gol Mika Godts pada menit ke-39. Keunggulan 1-0 ini bertahan hingga turun minum dan memberikan harapan bagi publik Amsterdam.
Namun, memasuki babak kedua, koordinasi pertahanan Ajax mulai goyah. NEC Nijmegen berhasil memanfaatkan celah tersebut melalui aksi Darko Nemasjic pada menit ke-57. Gol penyeimbang ini bermula dari skema sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan belakang Ajax.
Paes sendiri tampil cukup solid di bawah mistar gawang dengan mencatatkan beberapa penyelamatan krusial yang mencegah Ajax menderita kekalahan. Namun, skor 1-1 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kiper berusia 26 tahun ini mendadak tampil sebagai starter setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera. Paes mengaku sempat melakukan percakapan singkat dengan pelatih sebelum memutuskan untuk turun sejak menit awal.
"Pelatih hanya bertanya apakah saya siap. Sejak saya datang ke sini, komunikasi kami berjalan sangat baik," ungkap kiper yang memiliki garis keturunan Indonesia tersebut.
Meski tampil impresif melakukan penyelamatan, Paes secara jujur mengakui adanya beberapa kesalahan kecil dalam permainannya, terutama saat menguasai bola. Ia merasa ritme pertandingannya belum berada di level maksimal karena menit bermain yang masih minim.
"Secara pribadi, pertandingan saya berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil, tetapi saya berusaha tetap tenang meski situasi di lapangan tidak mudah," tambahnya.
Maarten Paes tidak menutup mata terhadap kelemahan kolektif timnya, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati (set piece). Gol penyama kedudukan dari lawan menjadi bukti nyata bahwa Ajax masih rapuh saat menghadapi sepak pojok.
Paes menekankan bahwa aspek tersebut harus menjadi perhatian serius dalam sesi evaluasi tim beberapa hari ke depan. Menurutnya, Ajax butuh ketegasan lebih di dalam kotak penalti agar lawan tidak mudah mencuri gol dari momen-momen statis.
"Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus tampil lebih tegas dan lebih kuat dalam menghadapi momen-momen seperti itu," kata Paes dengan nada serius.
Hasil imbang ini tidak mengubah posisi kedua tim di papan klasemen sementara Liga Belanda. Ajax Amsterdam dan NEC Nijmegen kini sama-sama mengoleksi 43 poin. Namun, NEC berhak menempati posisi ketiga, sementara Ajax mengekor di peringkat keempat karena selisih gol.