“Beliau adalah pelopor pendidikan perempuan melalui Diniyyah Puteri. Di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu, beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian terhadap pengembangan Diniyyah Puteri sebagai bagian dari warisan sejarah pendidikan nasional.
“Keberadaan Diniyyah Puteri masih sangat relevan. Dukungan dari Kementerian Kebudayaan sedang dalam tahap pembahasan,” katanya.
BACA JUGA:Mengenang Rahmah El Yunusiyah: Sang Fajar Pendidikan Perempuan dari Tanah Minang
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah selaku ketua pelaksana, menyebut seminar ini bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah sekaligus mengaitkannya dengan tantangan pendidikan masa kini.
“Seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan baru serta menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.
Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Rais Yatim, Fasli Jalal, serta Khairul Jasmi.