Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas mengatakan organisasi diaspora tersebut lahir pada 2017 dan terus berkembang melalui konsolidasi komunitas Minang di berbagai negara.
Menurutnya, sejak awal MDN-G bergerak mengunjungi komunitas Minang di sejumlah kota besar dunia seperti Sydney, Melbourne, Malaysia dan Singapura guna memperkuat jaringan perantau Minang internasional.
“Harapan kami orang Minang tidak hanya go nasional, tetapi juga go internasional, termasuk kuliner dan budayanya,” ujar Burmalis.
BACA JUGA:Pesisir Selatan Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat 2026
Ia mengatakan Malaysia menjadi salah satu basis komunitas Minang terbesar di luar negeri. MDN-G juga pernah menggelar pertemuan Minang sedunia di Melbourne pada 2018 dan kembali mengadakan pertemuan diaspora di Sumatera Barat beberapa tahun terakhir.
Burmalis menyebut dukungan Universitas YARSI menjadi faktor penting berkembangnya aktivitas diaspora Minang. Bahkan, YARSI disebutnya telah menjadi “rumah gadang” bagi berbagai organisasi Minang di Jakarta.
“YARSI ini bisa dikatakan rumah gadang orang Minang. Hampir semua organisasi Minang rapatnya di sini,” katanya.
Selain memperkuat jejaring komunitas, MDN-G juga aktif mempromosikan budaya Minang di luar negeri, termasuk keberadaan rumah makan Padang dan Surau Sydney di Australia.
BACA JUGA:Hendrajoni Ajak Masyarakat Teladani Semangat Kurban dan Dukung Pembangunan Pesisir Selatan
Burmalis mengatakan pihaknya rutin mengunjungi rumah makan Minang di berbagai negara sebagai bentuk dukungan terhadap diplomasi budaya dan ekonomi masyarakat perantau.
“Kita bangga rumah makan Padang ada di berbagai negara dan berharap semakin banyak rumah makan Minang hadir di luar negeri,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Fasli Jalal, MDN-G juga aktif menggelar webinar internasional yang jumlahnya telah mencapai ratusan kegiatan, serta festival budaya di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Australia.
Dalam bidang sosial kemanusiaan, MDN-G turut bergerak membantu masyarakat saat pandemi Covid-19 maupun bencana alam. Burmalis menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh Minang yang dinilai konsisten mendukung kegiatan sosial diaspora.
BACA JUGA:Hewan Kurban di Agam Capai 5.858 Ekor, Wabup Ajak Warga Perkuat Solidaritas Iduladha
Ia menyebut pendiri ParagonCorp Nurhayati Subakat pernah memberikan dukungan sekitar Rp3 miliar saat masa pandemi Covid-19.
Sementara filantropis Minang Yendra Fahmi disebut turut membantu penanganan kebakaran di Bukittinggi dan Pesisir Selatan senilai sekitar Rp600 juta, serta mendukung program beasiswa calon ulama Minang di Timur Tengah dan beasiswa umum.