SUMBAR.DISWAY.ID - Kesehatan mental memegang peranan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kondisi kejiwaan seseorang secara langsung memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku saat menjalani kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, memiliki kesehatan mental yang baik menjadi aspek utama yang manusia butuhkan untuk mendukung kesejahteraan hidup secara menyeluruh.
Ketika seseorang memahami cara menjaga kesehatan mental yang baik, mereka dapat merasakan berbagai manfaat luar biasa. Manfaat tersebut meliputi kemampuan bertahan dalam menghadapi kesulitan sehari-hari, tubuh yang sehat secara fisik, serta kapasitas untuk menikmati hidup secara lebih baik.
Selain itu, kondisi jiwa yang prima juga membantu Anda membangun hubungan antarmanusia yang sehat, mengeluarkan potensi diri sepenuhnya, bekerja secara produktif, hingga berkontribusi aktif kepada masyarakat.
Langkah menjaga kesehatan harus selalu bermula dari diri sendiri. Mengabaikan kondisi jiwa hingga mental hancur tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai gangguan emosional dan mental serius (nervous breakdown).
Berikut adalah 10 langkah dan cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan mental Anda agar tetap bahagia:
Mengubah Kebiasaan Lewat Pola Hidup Sehat dan Manajemen Stres
1. Miliki Pola Hidup Sehat Langkah pertama yang paling mendasar adalah memiliki pola hidup sehat. Pola hidup yang sehat ini terdiri dari kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur. Keduanya tidak hanya bermanfaat bagi fisik, tetapi juga efektif merawat kesehatan jiwa.
-
Pola Makan Sehat: Anda wajib mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang. Masukkan unsur karbohidrat seperti nasi, sereal, dan roti yang dipercaya dapat meningkatkan serotonin untuk menenangkan suasana hati. Tambahkan juga protein hewani (daging, ikan, ayam, susu) serta protein nabati (kacang-kacangan, biji-bijian). Asam lemak omega-3 di dalam protein ini sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh sekaligus meningkatkan fungsi kognitif otak dan suasana hati. Jangan lupa mengonsumsi buah dan sayur karena nutrisinya memengaruhi senyawa kimia otak dalam mengatur emosi. Sebaliknya, batasi minuman berkafein dan tinggi gula yang berpotensi mengganggu suasana hati serta kinerja otak. Pastikan juga Anda meminum cukup air putih untuk menjaga kadar air dalam organ tubuh, termasuk otak.
-
Aktivitas Fisik: Selain makanan, aktivitas fisik secara teratur juga memegang peran penting. Para ahli mengatakan bahwa bergerak aktif dapat memperbaiki konsentrasi, kualitas tidur, kebugaran, perasaan, serta meningkatkan kepercayaan diri. Saat bergerak, tubuh akan melepas hormon endorfin yang memicu rasa nyaman. Lakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu. Anda tidak harus pergi ke pusat kebugaran atau lapangan olahraga. Cukup lakukan kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, naik turun tangga, berkebun, atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
2. Kelola Stres dengan Baik Langkah berikutnya adalah mengelola stres dengan baik. Stres sebenarnya merupakan bagian dari hidup yang normal dan manusia butuhkan dalam batas wajar, misalnya saat mengejar deadline atau target.
Namun, stres yang berlebihan justru menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan kecemasan yang berdampak buruk bagi kesehatan. Anda harus mengenali mana stres yang dapat dihindari dan mana yang tidak dapat dihindari agar bisa menyiapkan diri secara sehat. Pelajari teknik-teknik meredakan stres yang menenangkan seperti yoga, meditasi, teknik pernapasan, dan relaksasi.
3. Cukup Beristirahat Jangan lupa untuk selalu cukup beristirahat. Luangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas agar Anda terhindar dari rasa lelah berlebihan (burnout). Anda bisa memanfaatkan waktu makan siang di kantor untuk bersantai, pergi berlibur di akhir pekan, atau mengambil cuti beberapa hari setelah menyelesaikan tugas-tugas berat.
Perubahan rutinitas dan pergantian suasana terbukti membantu memperbaiki kesehatan jiwa, contohnya dengan berjalan-jalan di taman atau berolahraga ringan saat jam istirahat kantor. Pastikan pula Anda cukup tidur di jam yang teratur demi memperbaiki kesehatan mental dan meningkatkan fokus saat bangun tidur.
4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain Langkah selanjutnya adalah tetap terhubung dengan orang lain. Anda harus mempertahankan hubungan yang baik dengan keluarga dan orang-orang di sekitar. Kualitas hubungan sosial yang sehat dengan sesama dapat memperkaya kehidupan kita serta memberi rasa bahagia dan sejahtera.
Selain itu, melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain juga membuat kita merasa dibutuhkan dan dihargai, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian menunjukkan bahwa membantu orang lain memberikan efek positif pada perasaan dan cara kita memandang diri sendiri.
5. Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri Di samping bersosialisasi, Anda juga wajib menyediakan waktu untuk diri sendiri (me time). Lakukan hal-hal yang Anda sukai atau hobi di waktu pribadi, seperti membaca buku, bermain musik, membuat kerajinan tangan, melukis, atau bermain dengan binatang peliharaan.
Sediakan waktu khusus untuk melakukan perawatan diri (self-care) atau refleksi diri agar mental Anda segar kembali. Anda juga harus berani menetapkan batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu pribadi untuk menjaga keseimbangan hidup sekaligus mencegah kelelahan (burnout).
Membangun Hubungan Sosial dan Menemukan Ketenangan Diri
6. Menerima Diri dan Menetapkan Tujuan yang Realistis Cara berikutnya adalah menerima diri dan menetapkan tujuan yang realistis. Setiap individu pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kita dapat menerima diri sendiri dan konsisten berpikir positif, kita akan memiliki harga diri yang baik serta lebih mampu menghadapi kesulitan hidup.
Mengenali kelebihan diri membuat kita bisa fokus mengerjakan apa yang dapat kita lakukan dengan baik, menjelajahi tempat-tempat baru, serta menambah teman baru. Sebaliknya, menerima kekurangan dan kelemahan diri sendiri membuat kita lebih berani belajar hal baru, serta menetapkan tujuan yang lebih realistis. Jika ada hal yang ingin kita ubah, jalani langkah-langkah menuju perubahan itu secara bertahap hingga tercapai.
7. Cari Hal-hal Yang Patut Disyukuri Selanjutnya, selalu cari hal-hal yang patut disyukuri. Rasa bersyukur terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kualitas kesehatan mental kita. Temukan hal-hal positif yang patut kita syukuri setiap hari dan nikmati perasaan tersebut dengan cara menuliskannya dalam jurnal atau mencamkannya di dalam hati.
8. Hindari Alkohol, Rokok, dan Obat Terlarang Demi memproteksi kondisi jiwa, Anda juga wajib menghindari alkohol, rokok, dan obat terlarang. Sebagian orang keliru dengan berupaya mengatasi stres, kecemasan, dan keresahan menggunakan cara-cara tidak sehat seperti merokok, meminum minuman beralkohol, atau menggunakan obat-obatan terlarang (NAPZA).
Padahal, efek alkohol, nikotin, dan NAPZA hanya bersifat sementara dan tidak akan pernah menyelesaikan akar permasalahan. Sebaliknya, zat-zat tersebut malah menimbulkan masalah baru berupa ketergantungan. Dampaknya sangat merugikan, terutama jika penderitanya mengalami gejala putus zat yang dapat memengaruhi kinerja otak. Oleh karena itu, hindari zat adiktif tersebut untuk meredakan gangguan emosi yang sedang Anda rasakan.
9. Bicarakan Perasaanmu Cara ke-9, biasakan untuk selalu membicarakan perasaanmu. Membuka diri terhadap orang lain merupakan salah satu cara terbaik untuk menghadapi masalah yang sedang terjadi. Bicarakan keresahan Anda secara terbuka agar Anda merasa didengar, didukung, dan tidak sendirian menghadapinya.
Memang tidak mudah untuk menggambarkan perasaan secara detail. Namun, Anda bisa menggunakan kata atau kalimat apa saja yang terlintas dalam pikiran sebanyak mungkin dan membiarkan percakapan berkembang secara alami. Jika masih merasa canggung, beri waktu dan teruslah mencoba untuk terbuka terhadap perasaan Anda.
10. Minta Bantuan Terakhir, jika beban perasaan yang Anda alami sudah terlalu berlebihan dan Anda tidak bisa menghadapinya sendirian, jangan ragu untuk meminta bantuan dengan cara:
-
Bergabung dengan kelompok dukungan (support group) berisi orang-orang yang dapat membantu Anda melakukan perubahan cara berpikir dan perilaku.
-
Mencari tenaga ahli profesional seperti psikolog atau konselor untuk membantu mengelola perasaan dan memperbaiki mental Anda.
-
Mendatangi layanan setempat yang terkait dengan masalah yang sedang dihadapi, seperti bantuan hukum, keuangan, dan lain sebagainya.