Kedua finalis menunjukkan kualitas yang berbeda sepanjang turnamen.
Spanyol sempat ditahan imbang Cape Verde pada pertandingan pembuka fase grup. Namun, setelah itu mereka bangkit dan meraih kemenangan atas Arab Saudi serta Uruguay untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Memasuki fase gugur, performa Spanyol semakin meyakinkan. Tim asuhan Luis de la Fuente secara beruntun menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, hingga Prancis tanpa kehilangan identitas permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka.
Sebaliknya, Argentina tampil solid pada fase grup setelah mengalahkan Aljazair, Austria, dan Yordania.
Meski demikian, perjalanan Lionel Messi dan kolega di fase knockout berlangsung jauh lebih berat. Mereka harus bekerja keras untuk menyingkirkan Cape Verde, Mesir, Swiss, hingga akhirnya mengalahkan Inggris lewat comeback dramatis di semifinal.
Rangkaian kemenangan tersebut memperlihatkan kemampuan Argentina bertahan di bawah tekanan sekaligus bangkit ketika menghadapi situasi sulit.
Final Perdana Spanyol vs Argentina di Piala Dunia
Final kali ini menjadi momen bersejarah karena Spanyol dan Argentina belum pernah bertemu pada partai puncak Piala Dunia.
Spanyol hanya sekali tampil di final sebelumnya, yakni saat menjadi juara dunia pada edisi 2010. Kini, La Furia Roja berpeluang menambah koleksi gelar dunia mereka apabila mampu mengalahkan Argentina.
Di sisi lain, Argentina akan menjalani final Piala Dunia ketujuh sepanjang sejarah. La Albiceleste juga berstatus sebagai juara bertahan setelah sukses mengangkat trofi pada edisi sebelumnya.
Status tersebut membuat pertandingan diprediksi berlangsung sangat ketat karena mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki kualitas individu, organisasi permainan, dan pengalaman bertanding di level tertinggi.
Duel Taktik Jadi Sorotan
Selain kualitas para pemain, duel strategi antara Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan.
Spanyol kemungkinan kembali mengandalkan permainan berbasis penguasaan bola serta pressing tinggi untuk mendominasi jalannya laga.
Sebaliknya, Argentina diperkirakan mengandalkan keseimbangan permainan, pengalaman, dan efektivitas serangan balik. Lionel Messi masih menjadi pusat kreativitas serangan, sedangkan Lautaro Martinez serta Julian Alvarez siap memanfaatkan setiap peluang yang tercipta.
Pertarungan di lini tengah juga diprediksi berlangsung sengit. Spanyol memiliki gelandang-gelandang yang kuat dalam menjaga sirkulasi bola, sementara Argentina mengandalkan Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul untuk memutus ritme permainan lawan.