Industri Anime Jepang Cetak Rekor Rp516 Triliun pada 2025
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Popularitas anime Jepang di berbagai negara ikut mengantarkan industri animasi Negeri Sakura mencatatkan pencapaian finansial tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Total pendapatannya mencapai 28,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp516,6 triliun, meningkat 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi anime di pasar internasional. Bahkan, pendapatan dari luar Jepang kini melampaui kontribusi pasar domestik dan menjadi sumber pemasukan terbesar bagi industri tersebut.
Laporan Anime Industry Report 2026 yang dirilis Asosiasi Animasi Jepang (AJA) mencatat pasar luar negeri menyumbang pendapatan sebesar 16 miliar dolar AS atau sekitar Rp290 triliun. Sementara itu, pasar domestik Jepang menghasilkan 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp217,5 triliun.
Hollywood Reporter melaporkan data tersebut pada Sabtu (30/10) waktu setempat. Dominasi pasar internasional bukan fenomena baru karena penjualan anime di luar Jepang telah melampaui pasar domestik sejak 2020.
Demon Slayer Dorong Pendapatan Anime Jepang ke Rekor Tertinggi
Salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan industri anime pada 2025 adalah kesuksesan film "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Infinity Castle". Film tersebut mencatatkan pendapatan global hingga 800 juta dolar AS atau sekitar Rp14,5 triliun.
Di Jepang, film ini meraih pemasukan sebesar 40 miliar yen atau sekitar Rp4,53 triliun. Pencapaian tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi film anime dan film Jepang dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
Kesuksesan film tersebut memperlihatkan besarnya daya tarik karya animasi Jepang, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Popularitas anime juga terlihat dari pencapaian sejumlah serial yang mendapat perhatian penonton global.
Laporan AJA mencatat serial seperti "Attack on Titan" dan "Death Note" berhasil masuk jajaran teratas serial TV terbaik berdasarkan pemungutan suara di IMDb.
Selain pendapatan dari penjualan film dan serial, perluasan jaringan distribusi streaming serta lisensi global turut memperkuat bisnis studio animasi Jepang. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pendapatan studio animasi meningkat 8,4 persen menjadi 3,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp58 triliun.
Jepang Bidik Ekspor Konten Kreatif Rp2.356 Triliun pada 2033
Rekor pendapatan industri anime juga sejalan dengan target pemerintah Jepang untuk memperbesar ekspor produk kreatif. Pemerintah membidik pendapatan ekspor konten kreatif sebesar 130 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.356 triliun pada 2033.
Dari target tersebut, sektor anime diharapkan memberikan kontribusi sebesar 6 triliun yen atau sekitar Rp689,9 triliun.
Presiden Asosiasi Animasi Jepang (AJA), Kazuko Ishikawa, menilai penguatan ekosistem kreator menjadi bagian penting untuk menjaga perkembangan industri animasi. Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan dukungan terhadap orang-orang yang menghasilkan karya.
Sumber: