Udah Tahu Belum? Gula Bisa Memperlambat Penuaan pada Wanita
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Selama ini banyak orang menganggap gula sebagai musuh utama kesehatan dan kecantikan. Namun, sebuah fakta mengejutkan datang dari ahli gizi, Athena Connell. Ia menegaskan bahwa gula justru memegang peran krusial dalam memperlambat proses penuaan, terutama bagi tubuh wanita.
Dalam siaran Hindustan Times pada Senin lalu, Athena meluruskan miskonsepsi yang menyebut gula sebagai akar penyakit. Menurutnya, pandangan anti-gula justru bisa berdampak buruk bagi vitalitas wanita yang ingin tetap sehat, subur, dan cantik.
Mengapa Bubuk Kolagen Saja Tidak Cukup?
Banyak wanita menghabiskan biaya mahal untuk membeli bubuk kolagen demi menjaga elastisitas kulit. Namun, Athena menjelaskan melalui unggahan Instagramnya bahwa mengonsumsi kolagen secara langsung tidak otomatis memberikan hasil alami.
Tubuh manusia sebenarnya memproduksi kolagen sendiri sebagai protein, bukan sekadar "menempelkan" apa yang kita minum ke jaringan kulit. Untuk membangun dan memelihara kolagen, tubuh membutuhkan ATP (energi). Menariknya, sumber utama pembentukan ATP ini berasal dari glukosa alias gula.
gula Sebagai Bahan Bakar Kecantikan Kulit
gula atau glukosa bukan hanya sekadar pemanis, melainkan bahan bakar utama bagi otak dan sistem metabolisme. Berikut adalah alasan mengapa gula sangat penting untuk kecantikan:
-
Produksi Energi (ATP): Tanpa gula, tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan fungsi metabolisme, termasuk menjaga kesehatan sel kulit.
-
Sinyal Perbaikan Jaringan: gula memberikan sinyal kepada tubuh bahwa kondisi aman untuk mulai melakukan proses perbaikan, membangun kembali jaringan, dan beregenerasi.
-
Mencegah Hormon Stres: Saat tubuh kekurangan glukosa, kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin akan melonjak. Kondisi ini memaksa tubuh berada dalam mode bertahan hidup, bukan mode mempercantik diri.
Bahaya Diet Rendah gula Jangka Panjang
Athena memperingatkan bahwa diet rendah gula dalam waktu lama dapat bersifat katabolik. Artinya, tubuh akan mulai memecah jaringannya sendiri, termasuk jaringan kulit, untuk mendapatkan bahan bakar alternatif karena kekurangan energi.
“Tanpa gula, tubuh tidak dapat menggunakan atau mempertahankan kolagen. Dalam keadaan energi rendah, tubuh mulai memecah kulit alih-alih memperbaikinya,” jelas Athena.
Jika seseorang mengonsumsi kolagen tetapi kekurangan asupan gula, asam amino dari kolagen tersebut justru akan dialihkan oleh tubuh hanya untuk mempertahankan energi dasar, bukan untuk mempercantik rambut, kulit, atau kuku.
Kesimpulan: Mulailah dengan Energi yang Cukup
Kulit yang sehat dan tampak muda tidak hanya bergantung pada seberapa banyak kolagen yang Anda konsumsi. Kuncinya terletak pada ketersediaan energi yang cukup agar tubuh mampu mendistribusikan nutrisi tersebut ke bagian luar tubuh.
“Ini tentang memiliki cukup energi untuk membuat kolagen tersedia bagi rambut, kulit, dan kuku Anda, untuk melindungi dan memeliharanya. Ini dimulai dengan gula,” tutup Athena.
Dengan pemahaman ini, wanita kini bisa lebih bijak dalam mengatur pola makan. Menjaga asupan gula dalam porsi yang tepat ternyata menjadi langkah awal yang lebih efektif dan ekonomis untuk mempertahankan kecantikan alami daripada sekadar mengandalkan suplemen mahal.
Sumber: