Pemkab Pasaman Barat Usul Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Bencana
--
Sumbar.Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengajukan usulan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana alam kepada pemerintah pusat.
"Usulan perbaikan telah kita sampaikan ke pemerintah pusat melalui Pemprov Sumbar," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Selasa, 24 Februari 2026, dikutip Antara.
Ia menjelaskan, kerusakan akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 meliputi sejumlah sektor, seperti jalan, jembatan, bangunan gedung, jaringan irigasi, pengaman pantai, serta sarana air minum atau air bersih.
"Kerugian infrastruktur akibat bencana alam sebesar Rp197.120.000.000 dengan estimasi kebutuhan anggaran penanganan sebesar Rp571.305.000.000," sebutnya.
Kerusakan jalan tercatat di dua titik di Pamatang Panjang, Kecamatan Parit Koto Balingka, serta di Ranah Koto Tinggi Parit Koto Balingka. Selain itu, kerusakan juga ditemukan di Batahan Tengah dan Batahan Barat, Kecamatan Ranah Batahan, serta di Jalan Kajai, Kecamatan Talamau.
Titik kerusakan lainnya berada di Jalan Talu, Kecamatan Talamau; Katiagan Mandiangin, Kecamatan Kinali; Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas; Aek Nabirong, Kecamatan Parit Koto Balingka; serta Sinuruik, Kecamatan Talamau.
Untuk infrastruktur jembatan, terdapat 13 lokasi yang mengalami kerusakan, yakni di Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Parit Koto Balingka; Batahan Tengah, Kecamatan Ranah Batahan; Talu, Kecamatan Talamau; Sikabau, Kecamatan Parit Koto Balingka; Koto Gadang Jaya, Kecamatan Kinali; Kanai, Kecamatan Talamau; dua titik di Maligi dan satu di Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.
Selanjutnya, kerusakan jembatan juga ditemukan di Situak, Kecamatan Lembah Melintang; Sikaping, Kecamatan Ranah Batahan; Kajai, Kecamatan Talamau; serta Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh.
Sementara itu, kerusakan bangunan gedung terjadi di dua lokasi, yakni ruang kelas dan toilet SDN 14 Kecamatan Ranah Batahan, serta pagar pembatas kantor wali nagari dan irigasi Desa Baru di Kecamatan Ranah Batahan.
Adapun jaringan irigasi yang terdampak tercatat di 23 titik, pengaman pantai di 14 titik, serta delapan unit infrastruktur air minum atau air bersih turut mengalami kerusakan.
Sumber: