Mau Liburan ke Luar Negeri? Ini Daftar Negara Teraman dan Paling Berisiko di 2026
Ilustrasi negara Islandia-Unsplash/ Evelyn Paris-
SUMBAR, DISWAY.ID - Menjelang akhir tahun dan menyambut 2026, keamanan masih menjadi faktor utama bagi banyak orang sebelum merencanakan liburan ke luar negeri.
Selain urusan visa dan biaya, kondisi politik, tingkat kriminalitas, hingga konflik bersenjata kini semakin diperhitungkan oleh para pelancong.
Laporan terbaru dari Global Peace Index (GPI) 2025 kembali memetakan tingkat keamanan 163 negara dan wilayah di dunia.
Penilaian ini mencakup hampir seluruh populasi global dan disusun berdasarkan indikator seperti stabilitas politik, risiko konflik, terorisme, serta tingkat kejahatan.
Hasilnya menunjukkan kontras yang cukup tajam antara negara-negara yang berhasil menjaga perdamaian dan wilayah yang masih bergulat dengan konflik berkepanjangan.
BACA JUGA:5 Rebusan Daun Herbal yang Bisa Bantu Turunkan Demam Anak, Aman dan Efektif
BACA JUGA:Presiden Prabowo Apresiasi BTN Atas Penyaluran KPR Sejahtera FLPP
Islandia Masih Tak Tergeser di Puncak Negara Teraman
Dalam daftar negara paling aman untuk dikunjungi pada 2026, Islandia kembali menempati posisi teratas.
Negara Nordik ini dinilai memiliki tingkat keamanan dan stabilitas sosial yang sangat tinggi, ditopang oleh minimnya konflik internal dan rendahnya angka kriminalitas.
Di bawah Islandia, Irlandia dan Selandia Baru menyusul sebagai negara dengan tingkat kedamaian terbaik.
Keduanya dikenal memiliki pemerintahan stabil, masyarakat yang relatif harmonis, serta risiko keamanan yang rendah bagi wisatawan.
Posisi lima besar dilengkapi oleh Austria dan Swiss, yang selama bertahun-tahun konsisten masuk jajaran negara paling damai di dunia.
Menariknya, beberapa negara Eropa Barat lainnya justru berada di peringkat lebih rendah. Inggris tercatat di posisi ke-30, Spanyol di urutan ke-25, dan Jerman berada di peringkat ke-20.
Secara umum, kawasan Eropa Barat dan Eropa Tengah masih menjadi wilayah paling damai secara global, meski mulai menghadapi tantangan berupa ketegangan sosial dan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Sumber: