Sumbar Masuki Masa Transisi Pemulihan Bencana, Gubernur Mahyeldi Targetkan R3P Rampung 28 Desember

Sumbar Masuki Masa Transisi Pemulihan Bencana, Gubernur Mahyeldi Targetkan R3P Rampung 28 Desember

Pemprov Sumbar Tetapkan Masa Transisi Pemulihan Bencana, Data Akurat Jadi Kunci R3P--sumbarprov.id

SUMBAR,DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan status masa transisi pemulihan bencana. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, dalam rapat evaluasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi di posko terpadu tanggap darurat bencana Aula Kantor Gubernur Sumbar pada Senin (22/12/2025) yang dihadiri Wagub Vasko Ruseimy, jajaran forkopimda, serta para stakeholder. 

Gubernur Mahyeldi, menekankan dalam masa transisi ini membutuhkan data yang akurat sehingga memudahkan dalam pembuatan dokumen Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi (R3P).

"Data yang valid menjadi fondasi kita kedepan di masa pemulihan ini. Terutama dalam pembuatan R3P. Akurasi dan percepatan pembuatan dokumen R3P sangat penting untuk percepatan pemulihan pasca bencana. diharapkan Bupati dan walikota paling telah menyelesaikannya dalam waktu 1 minggu ini. Paling telat tanggal 28 Desember selesai. Tidak boleh ada keterlambatan karena ego sektoral,” terang Mahyeldi.

Sestama BNPB RI, Rustian, juga menambahkan di masa transisi ini data adalah kunci keberhasilan di tahap rehab rekon ini supaya bantuan bisa disebar secara merata, 

“Saat ini kita memasuki fase transisi darurat ke pemulihan. Fase ini menuntut ketelitian dan kecepatan kita, terutama dalam hal pendataan. Bapak Kepala BNPB selalu menekankan bahwa data adalah kunci utama dalam keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi. Jangan sampai ada warga yang berhak mendapatkan bantuan rumah atau bantuan stimulan lainnya justru terlewatkan karena masalah administrasi,” ungkap Rustian. 

Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy, mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan yang telah banyak membantu di masa tanggap darurat bencana sehingga banyak orang bisa terselamatkan di wilayah bencana, 

“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada seluruh relawan dan masyarakat yang tanpa komando bergerak sampai ke ujung penjuru negeri di Sumatera Barat yang terdampak, Semoga segala apa yang kita lakukan dan masyarakat lakukan, hal tersebut bisa menjadi sebuah ganjaran yang berlipat di mata Allah SWT. Aamiin.” ungkap Vasko. 

Sementara itu, data kebencanaan per 23 Desember 2025 tercatat 260 jiwa meninggal dunia, 382 orang luka-luka, dan 72 orang masih dalam pencarian. Sebanyak 296.307 orang terdampak, dengan 9.180 orang mengungsi di lokasi aman. Dampak kerusakan meluas di 16 kabupaten/kota dan 57 kecamatan, mencakup kerusakan rumah, fasilitas umum, sarana prasarana vital, lahan pertanian, serta ternak masyarakat. Taksiran kerusakan sementara mencapai Rp4,2 triliun.

Sumber:

Berita Terkait