Calon Petugas Haji 2026 Digembleng Latihan Fisik dan Mental
--
Sumbar.Disway.id - Musim Haji 2026 akan tiba dalam beberapa bulan mendatang. Sebagai bentuk persiapan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Pendidikan dan Pelatihan bagi seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026.
Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Suviyanto, penguatan fisik dan mental jadi poin penting dalam materi Pendidikan dan Pelatihan kali ini.
Suviyanto menegaskan bahwa petugas haji dituntut untuk memiliki stamina yang prima, daya tahan emosi, serta kemampuan mengelola stres di tengah dinamika lapangan yang kompleks.
“Petugas harus kuat fisiknya, tangguh mentalnya, dan lapang hatinya. Karena yang kita hadapi adalah manusia dengan berbagai karakter dan kondisi,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Dalam rangka memberikan penguatan fisik dan mental, calon petugas haji menerima materi dan praktik baris-berbaris selama menjalani Diklat PPIH oleh para instruktur yang berasal dari TNI/Polri. Hal ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, profesionalisme dan kesiapan dalam melayani jemaah haji.
Suviyanto pun mengingatkan bahwa memberikan pelayanan prima kepada jemaah merupakan tugas pokok petugas haji mulai dari keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Tanah Air. Para petugas juga dituntut memberikan pelindungan dan pendampingan khusus kepada jemaah haji, khususnya kepada jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.
"Selain itu petugas juga harus menjaga ketertiban dan kelancaran operasional, baik di embarkasi, debarkasi, maupun di Arab Saudi. Kami juga ingin selama bertugas nanti, petugas dapat menjadi teladan akhlak dan etika, dengan mengedepankan kesabaran, empati, dan keikhlasan," tegas Suviyanto.
Dalam arahannya, ia meminta para petugas untuk “mewakafkan diri” dalam melayani jemaah haji, karena jemaah merupakan Tamu Allah yang harus dimuliakan tanpa membedakan latar belakang, status sosial, maupun asal daerah.
“Ketika kita melayani jemaah, sejatinya kita sedang mengagungkan Allah. Semua jemaah sama di hadapan kita, karena mereka adalah tamu Allah,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari aspek teknis, tetapi juga dari ketulusan dan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh jemaah.
Lebih lanjut, Suviyanto berpesan agar setiap petugas tidak melupakan dukungan keluarga. Secara khusus ia mengingatkan pentingnya meminta ridho keluarga agar pelaksanaan tugas menjadi ringan dan penuh keberkahan.
“Mintalah ridho keluarga sebelum berangkat. Insya Allah tugas akan terasa lebih ringan dan dimudahkan oleh Allah,” pesannya.
Melalui Diklat PPIH ini, diharapkan para calon petugas haji tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki niat pengabdian yang lurus, mental yang kuat, serta kesadaran bahwa melayani jemaah haji adalah bentuk ibadah dan kehormatan besar.
Sumber: