Kemenhaj Siapkan Layanan One Stop Services Umrah di Asrama Haji

Kemenhaj Siapkan Layanan One Stop Services Umrah di Asrama Haji

--

Sumbar.Disway.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah merampungkan strategi besar untuk mentransformasi asrama haji menjadi pusat penguatan ekosistem ekonomi Haji dan Umrah

Dengan dukungan lahan yang luas dan fasilitas memadai, asrama haji diarahkan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat transit, melainkan berkembang menjadi pusat layanan terpadu (One Stop Services) bagi jemaah umrah.

Inisiatif ini merupakan kolaborasi lintas kementerian dan BUMN, melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Garuda Indonesia. Tujuannya adalah menghadirkan kemudahan dan kenyamanan yang lebih optimal bagi jemaah sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Melalui skema One Stop Services, jemaah umrah maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan layanan Garuda Indonesia dapat memilih keberangkatan langsung dari asrama haji. Jika opsi ini dipilih, jemaah akan memperoleh sejumlah fasilitas terintegrasi, antara lain:

  • Bimbingan Manasik: Penguatan dan pemantapan ibadah menjelang keberangkatan.
  • City Check-in: Proses check-in, termasuk pengurusan bagasi dan pencetakan boarding pass, dilakukan langsung di lokasi.
  • Layanan Imigrasi: Pemeriksaan dokumen perjalanan diselesaikan di asrama haji.
  • Transportasi Langsung ke Apron: Jemaah diantar dengan bus khusus menuju pintu pesawat tanpa harus melalui antrean terminal keberangkatan umum.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk mengurangi kepadatan sekaligus memangkas waktu tunggu di bandara. Namun demikian, ia menekankan bahwa fasilitas tersebut tidak bersifat wajib.

"Pemerintah menyediakan fasilitas ini murni untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Perlu kami sampaikan bahwa One Stop Services ini adalah sebuah pilihan atau opsi, bukan hal yang wajib bagi jemaah umrah," ujar Maria Assegaf dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jum'at, 13 Februari 2026.

Saat ini, konsep tersebut memasuki tahap finalisasi. Sebagai langkah awal implementasi, pemerintah akan menetapkan satu asrama haji sebagai proyek percontohan (pilot project) sebelum diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah.

Meski kerja sama tahap awal baru dilakukan dengan Garuda Indonesia, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan maskapai lain ke depan guna memperluas cakupan layanan.

"Asrama haji memiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kami memulai dengan ekosistem umrah ini agar perjalanan ibadah masyarakat menjadi lebih khusyuk dan efisien," tutup Maria.

Sumber: