Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 Beri Dampak Positif pada Pariwisata dan UMKM

Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 Beri Dampak Positif pada Pariwisata dan UMKM

--

SUMBAR.DISWAY.ID – Perhelatan budaya dan olahraga tradisional Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata. Gelaran tahunan yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan kuda, tetapi juga mesin penggerak ekonomi bagi sektor pariwisata dan UMKM di wilayah sekitar.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan bahwa dampak positif kegiatan ini meluas hingga ke Kota Pariaman. Menurutnya, event besar seperti pacu kuda merupakan magnet kuat yang memicu pergerakan wisatawan secara masif.

Pacu Kuda Dongkrak Kunjungan Wisata Pariaman

Meskipun lokasi perlombaan berada di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman turut memanen keuntungan. Jarak tempuh yang hanya memakan waktu belasan menit membuat penonton pacu kuda cenderung menghabiskan waktu istirahat dan berwisata kuliner di objek wisata Kota Pariaman.

"Wisatawan biasanya tidak hanya datang ke lokasi lomba, tetapi juga berkunjung ke objek wisata di Kota Pariaman untuk makan dan beristirahat," ujar Mulyadi, Minggu (29/3/2026).

Mulyadi melihat fenomena ini sebagai peluang emas bagi pelaku ekonomi kreatif, pedagang cenderamata, hingga pengusaha kuliner. Ia pun mendorong para pelaku UMKM untuk terus memoles kualitas produk serta pelayanan agar mampu bersaing saat terjadi lonjakan pengunjung.

Sinergi Antar-Daerah Jadi Kunci Sukses

Keberhasilan kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman sangat krusial. Kedekatan geografis memungkinkan kedua daerah saling mendukung dalam pengembangan pariwisata berbasis kegiatan (event-based tourism).

Mulyadi berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar setiap kegiatan besar yang digelar di satu daerah dapat memberikan dampak ekonomi yang merata bagi daerah tetangganya.

Peserta Meningkat Pesat, Persiapan Lebih Matang

Antusiasme peserta pada tahun ini melonjak tajam dibandingkan tahun lalu. Tercatat sebanyak 76 kuda pacu dari berbagai daerah di Sumatera Barat berkompetisi di lintasan, meningkat dari angka 65 kuda pada periode sebelumnya.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan jumlah peserta ini saat membuka acara pada Sabtu (28/3/2026). Ia menjelaskan bahwa panitia melakukan persiapan yang jauh lebih panjang tahun ini untuk memastikan dampak ekonomi bagi UMKM terasa lebih nyata.

"Alhamdulillah, kuda yang ikut berpacu pada tahun ini lebih banyak. Persiapan yang lebih matang kami tujukan agar kegiatan ini berdampak besar pada jumlah penonton dan perekonomian pelaku usaha," pungkas John Kenedy Azis.

Melalui kemasan wisata olahraga (sport tourism) yang apik, Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 berhasil melestarikan tradisi sekaligus memberikan nafas baru bagi kesejahteraan masyarakat lokal di Sumatera Barat.

Sumber: