Jalan Kaki atau Lari, Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Tekanan Darah?
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Jalan kaki dan lari sama-sama dapat membantu menurunkan tekanan darah, namun lari berpotensi memberikan penurunan tekanan darah yang sedikit lebih besar, terutama pada orang yang sudah mengalami hipertensi.
Melansir dari laman kesehatan Eating Well pada Senin, aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat diubah untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Jalan kaki dan lari juga relatif mudah dilakukan tanpa banyak peralatan.
Dokter spesialis penyakit dalam Oluwatosin Ajao, M.D., mengatakan Jalan kaki merupakan salah satu cara sederhana dan efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah.
“Jalan kaki cepat selama 20 hingga 40 menit, tiga hingga lima kali seminggu, dapat meningkatkan kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko stroke dalam jangka panjang,” kata Ajao.
Jalan kaki Tetap Efektif untuk Menjaga tekanan darah
Menurut Ajao, berjalan secara rutin dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil analisis terhadap sejumlah penelitian menemukan Jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 4 mmHg dan diastolik 2 mmHg.
Jalan kaki juga dapat membantu mengelola stres. Aktivitas fisik secara rutin dapat mengurangi respons tubuh terhadap stres dan membantu menjaga tekanan darah.
Sementara itu, lari dapat memberikan penurunan tekanan darah yang lebih besar, terutama pada orang yang sudah mengalami hipertensi. Sebuah penelitian menemukan lari menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,2 mmHg dan diastolik 2,7 mmHg.
Pada penderita hipertensi, penurunannya mencapai sekitar 5,6 mmHg untuk sistolik dan 5,2 mmHg untuk diastolik. Angka tersebut menunjukkan lari berpotensi memberikan manfaat lebih besar dalam membantu menurunkan tekanan darah, khususnya bagi orang yang sudah mengalami tekanan darah tinggi.
lari Lebih Intens, tetapi Konsistensi Tetap Utama
Dokter spesialis penyakit dalam Nneoma Oparaji, M.D., M.H.S., ABOM, DipABLM, mengatakan lari membantu melatih jantung agar dapat memompa darah dengan lebih efisien sehingga kerja jantung menjadi lebih ringan.
“lari seperti latihan kekuatan bagi jantung. Aktivitas ini melatih jantung untuk memompa darah dengan lebih efisien sehingga dapat melakukan lebih banyak pekerjaan dengan usaha yang lebih kecil. Hal tersebut membantu menurunkan tekanan darah,” ujar Oparaji.
Meski lari berpotensi memberikan manfaat lebih besar, Oparaji mengatakan olahraga terbaik adalah aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten. lari membutuhkan daya tahan dan usaha lebih besar, sehingga Jalan kaki dapat menjadi pilihan yang lebih mudah bagi sebagian orang.
Para ahli menyarankan orang dewasa melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, seperti jalan cepat atau joging ringan, atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi, seperti lari. Keduanya juga dapat dikombinasikan.
Latihan kekuatan juga dianjurkan sedikitnya dua kali dalam seminggu untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan dan membantu menjaga tekanan darah.
Bagi orang yang belum terbiasa berolahraga, Ajao menyarankan memulai secara perlahan dan meningkatkan durasi, kecepatan, serta intensitas secara bertahap. Dengan cara tersebut, tubuh dapat beradaptasi dengan aktivitas fisik sebelum seseorang meningkatkan beban latihan.
Aktivitas olahraga perlu dihentikan dan mendapat pertolongan medis jika muncul nyeri atau tekanan pada dada, pusing, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, maupun sesak napas yang tidak biasa. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar aktivitas fisik tetap berlangsung dengan aman.
Dengan demikian, tidak ada pilihan yang mutlak lebih baik untuk semua orang. Konsistensi berolahraga menjadi faktor penting dalam memperoleh manfaat terhadap tekanan darah.
Sumber: