Langkah paling sederhana namun paling efektif adalah menurunkan kecepatan berkendara. Saat hujan mulai turun, permukaan jalan menjadi sangat licin karena campuran air dengan sisa-sisa oli atau tumpahan bensin di aspal.
Dengan melaju lebih lambat, Anda memiliki waktu reaksi yang lebih panjang jika terjadi pengereman mendadak. Selain itu, berikan ruang lebih luas antara kendaraan Anda dengan kendaraan di depan. Jarak pengereman di jalan basah jauh lebih panjang daripada di jalan kering, sehingga jarak aman menjadi kunci utama menghindari tabrakan beruntun.
6. Fokus dan Waspadai Lubang Tersembunyi
Genangan air seringkali menipu mata pengendara. Lubang jalan yang dalam bisa tertutup oleh air hujan dan terlihat seperti permukaan rata. Oleh karena itu, tetaplah fokus dan hindari menerjang genangan air dengan kecepatan tinggi. Jika memungkinkan, ikuti jejak roda kendaraan di depan Anda untuk memastikan jalur yang Anda lalui tetap aman dan tidak terjebak lubang.
7. Hindari Area Pohon Besar dan Baliho
Jika hujan turun bersamaan dengan angin kencang, Anda harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitar. Hindari melewati ruas jalan yang memiliki banyak pohon tua yang besar atau baliho berukuran raksasa. Angin kencang berpotensi menumbangkan pohon atau merobohkan papan reklame yang dapat menimpa pengguna jalan. Pilihlah jalur alternatif yang lebih terbuka atau berhentilah sejenak di tempat yang aman.
8. Jangan Memaksakan Diri
Bagi pengendara sepeda motor, sangat bijak untuk berhenti sejenak jika hujan turun terlalu deras hingga mengganggu jarak pandang. Berteduhlah di tempat yang aman, seperti area parkir gedung atau pom bensin. Hindari berteduh di bawah jembatan layang (underpass) karena tindakan ini seringkali memicu kemacetan parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Dengan mempersiapkan kendaraan dan mental berkendara yang baik, Anda dapat sampai di tujuan dengan selamat meski harus menghadapi cuaca yang tidak bersahabat.