Sumbar.Disway.id - Masyarakat diimbau tidak mengonsumsi karbohidrat berlebihan saat sahur, karena dapat membebani kerja pankreas dan ginjal, serta memicu penumpukan lemak tubuh. Imbauan itu datang dari ahli gizi, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes.
“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” kata Rita, dikutip Antara.
Ia juga menjelaskan, anggapan bahwa makan karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur membuat tubuh lebih kuat tidak sepenuhnya tepat. Justru, asupan karbohidrat berlebih dapat meningkatkan produksi hormon insulin secara berlebihan.
Menurutnya, lonjakan insulin yang tinggi dapat mendorong lebih banyak glukosa masuk ke dalam sel dan menjadi cikal bakal penumpukan kalori dalam bentuk lemak tubuh.
Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga berdampak pada kerja ginjal. Ginjal akan menyaring darah yang mengandung glukosa dalam kadar tinggi sehingga beban filtrasi meningkat.
“Semakin tinggi dan semakin kental darah dengan glukosa, semakin berat beban ginjal melakukan filtrasi,” jelasnya.
Rita menambahkan, konsumsi karbohidrat berlebihan saat sahur juga dapat menimbulkan rasa lelah dan mengantuk setelah makan. Kondisi ini terjadi karena tubuh harus bekerja lebih keras dalam proses metabolisme serta akibat fluktuasi kadar gula darah.
Ia pun menyarankan masyarakat untuk memilih karbohidrat kompleks dalam jumlah secukupnya serta memperbanyak sayur dan protein rendah lemak saat sahur.
“Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” katanya.