Gubernur Sumbar: Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 Perkuat Pariwisata Daerah

Sabtu 28-03-2026,17:44 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

Gemini berkata

 

SUMBAR.DISWAY.ID - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa perhelatan Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 menjadi pilar penting dalam memperkuat sektor pariwisata daerah. Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto ini, sukses menarik ribuan wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Saat membuka acara pada Sabtu (28/3/2026), Mahyeldi menyebut olahraga tradisional ini bukan sekadar perlombaan, melainkan magnet wisata yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung di Sumatera Barat.

Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Baru

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa setiap kegiatan olahraga yang mengundang massa besar akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Lonjakan jumlah penonton menjadi peluang bagi warga Sumbar untuk meningkatkan pendapatan, terutama setelah daerah ini menghadapi tantangan ekonomi akibat bencana hidrometeorologi dan pemotongan dana transfer pusat.

Menurut Mahyeldi, sektor pariwisata yang bergeliat akan memicu hadirnya investasi baru, salah satunya di bidang perhotelan. "Dengan berkembangnya pariwisata, maka akan berdampak pada investasi dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita," ujar Mahyeldi.

Kontribusi Triliunan Rupiah dari Perantau Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi memberikan apresiasi tinggi kepada para perantau yang pulang kampung. Dukungan pemudik terbukti menjadi motor penggerak utama ekonomi Sumatera Barat selama masa Lebaran.

Gubernur mencatat kontribusi perantau sangat fantastis bagi ekonomi daerah. Sejak tahun 2024, uang yang beredar dari kantong para perantau di Sumbar mencapai angka Rp20 triliun. Kehadiran mereka dalam mendukung acara seperti Pacu Kudo 2026 memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus menghidupkan pasar lokal.

Jumlah Peserta Meningkat Pesat Antusiasme pemilik kuda pada tahun ini juga mengalami kenaikan signifikan. Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa sebanyak 76 kuda pacuan dari berbagai wilayah di Sumatera Barat ikut bertanding pada 28 dan 29 Maret 2026.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 65 kuda pacu. Bupati menjelaskan bahwa persiapan yang lebih panjang menjadi kunci sukses meningkatnya jumlah peserta tahun ini.

"Alhamdulillah, kuda yang ikut berpacu tahun ini lebih banyak. Kami melakukan persiapan lebih matang agar dampak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan jumlah penonton jauh lebih besar," pungkas John Kenedy Azis.

Dampak Positif Pacu Kudo 2026 bagi Sumbar: Penguatan Pariwisata: Menjadi pilihan destinasi utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pemulihan Ekonomi: Membantu warga bangkit pascabencana dan tantangan finansial daerah.

Sektor Properti: Mendorong pertumbuhan investasi di sektor penginapan dan perhotelan.

Pemberdayaan UMKM: Membuka peluang dagang bagi pelaku usaha kecil di sekitar area gelanggang.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dukungan perantau, Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 membuktikan bahwa tradisi lokal mampu menjadi mesin penggerak kemajuan ekonomi Sumatera Barat yang modern.

Tags : #padang pariaman #pacuan kudo #gubernur sumbar
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini