SUMBAR.DISWAY.ID -- Universitas Negeri Padang (UNP) memastikan kesiapan infrastruktur untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Sebanyak 67 laboratorium komputer dengan dukungan 1.560 unit perangkat telah disiapkan di lokasi Padang guna menunjang kelancaran pelaksanaan ujian.
UTBK-SNBT di UNP dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 April 2026, dengan total 12 sesi ujian. Panitia menitikberatkan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk jaringan serta perangkat pendukung lainnya, yang telah melalui proses pengecekan menyeluruh.
Selain di Padang, UNP juga menyiapkan lokasi ujian di Kepulauan Mentawai dengan satu laboratorium komputer yang dilengkapi 40 unit perangkat. Fasilitas tersebut akan melayani sebanyak 145 peserta yang dijadwalkan mengikuti ujian dalam empat sesi.
Koordinator Pelaksana UTBK UNP, Asrul Huda, menyampaikan bahwa secara umum persiapan pelaksanaan UTBK-SNBT di UNP telah mendekati rampung.
“Persiapan saat ini sudah hampir 100 persen. Infrastruktur utama seperti laboratorium dan perangkat komputer telah siap digunakan, baik di Padang maupun di Mentawai,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan, dari sisi kapasitas, fasilitas yang disediakan dinilai memadai untuk melayani 18.367 peserta di Padang serta 145 peserta di Mentawai. Saat ini, panitia tinggal merampungkan penetapan data calon pengawas setelah sebelumnya dilakukan pembinaan.
BACA JUGA:Pantai Nirwana Padang Tawarkan Panorama Laut Biru dan Keindahan Sunset
Asrul menegaskan, seluruh persiapan dilakukan secara maksimal guna memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan lancar, tertib, dan sesuai standar.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada peserta, sehingga pelaksanaan UTBK-SNBT di UNP dapat berlangsung dengan aman dan optimal,” tutupnya.
Pelaksanaan UTBK-SNBT ini juga sejalan dengan komitmen UNP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan berbasis teknologi hingga ke wilayah kepulauan seperti Mentawai.