SUMBAR.DISWAY.ID -- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bersama Pemerintah Kabupaten Solok menjalin sinergi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di bidang pertanian guna mengendalikan inflasi daerah, Jumat (17/4/2026), di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail, serta Bupati Solok yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zaitul Ikhlas.
Sementara itu, PKS di bidang pertanian yang berfokus pada stabilisasi harga dan distribusi komoditas penyumbang inflasi seperti cabai merah, bawang merah, dan bahan pangan pokok lainnya, ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasbar, Afdal, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi.
BACA JUGA:Hari Perdana WFH, ASN Pemko Padang Tetap Wajib Ikuti Wirid Mingguan Secara Daring
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Melalui kerja sama ini, kita berharap produksi, distribusi, serta sistem logistik pangan antarwilayah semakin kuat. Dengan begitu, ketimpangan pasokan dapat ditekan, gejolak harga bisa dikendalikan, dan ketersediaan pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi, terutama pada sektor pangan, menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi antarwilayah dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan antara daerah produsen dan daerah distribusi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Zaitul Ikhlas menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu sentra hortikultura terbesar di Sumatera Barat.
BACA JUGA:Sambut UTBK-SNBT 2026, UNP Kerahkan 1.560 Komputer hingga Mentawai
Ia menjelaskan, komoditas bawang merah Kabupaten Solok menempati posisi kedua terbesar di Indonesia setelah Brebes. Selain itu, cabai merah dan beras juga menjadi komoditas unggulan yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kerja sama ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat serta berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas ke sektor lain demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.