Solusi Pascabencana: BNPB Bangun Unit Huntap Modern di Sumbar

Kamis 16-07-2026,12:24 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

SUMBAR.DISWAY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng PT Semen Padang untuk menghadirkan solusi hunian yang aman bagi masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah memanfaatkan inovasi teknologi Sepablock, sebuah produk material bata saling mengunci (interlocking), sebagai model percontohan resmi dalam pembangunan Hunian Tetap (Huntap) mandiri. Langkah strategis ini menyasar para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat.

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, memaparkan langkah ini dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu. Pihaknya mengaplikasikan material canggih tersebut pada unit contoh huntap perdana yang kini telah resmi diserahkan secara langsung kepada warga. Rustian menegaskan bahwa rumah percontohan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pemukiman masyarakat.

"Huntap yang telah selesai dibangun dan diserahkan kepada pemiliknya ini merupakan rumah contoh pembangunan pascabencana dengan menggunakan teknologi Sepablock," ujar Rustian dengan optimis.

Standardisasi Infrastruktur dan Target Distribusi Unit Huntap

Pemerintah sengaja merampungkan rumah percontohan berbasis teknologi modern ini lebih awal. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan standar acuan baku sekaligus menjadi bahan evaluasi teknis yang mendalam sebelum proyek pembangunan unit-unit huntap massal berskala besar bergulir ke tahapan berikutnya.

Berdasarkan data rekapitulasi yang ada, target pembangunan huntap mandiri di wilayah Sumbar mencapai total 695 unit. Distribusi pembangunan unit hunian ini tersebar ke berbagai daerah terdampak dengan rincian sebagai berikut: Kabupaten Padang Pariaman menerima alokasi terbesar sebanyak 457 unit, disusul Tanah Datar dengan 101 unit, dan Lima Puluh Kota sebanyak 49 unit.

Selanjutnya, wilayah Agam mendapatkan 29 unit, Pasaman Barat 28 unit, Pesisir Selatan 15 unit, Kota Pariaman 8 unit, serta Pasaman dan Padang Panjang masing-masing menerima alokasi 4 unit. Di samping target tersebut, Pemerintah Kota Padang saat ini juga tengah mengusulkan tambahan pembangunan 22 unit huntap baru untuk warganya.

Proyek percontohan ini telah berjalan sejak peletakan batu pertama pada akhir Maret 2026 yang lalu. Inovasi konstruksi ini terbukti menjadi jawaban taktis dan solusi cepat pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang memenuhi kriteria aman, layak, serta berkelanjutan bagi para korban bencana.

Penyerahan Serentak dan Keunggulan Struktur Struktural Adaptif

Momen penyerahan kunci rumah contoh berbahan baku khusus ini berlangsung secara serentak di tiga wilayah prioritas utama terdampak bencana, yaitu Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang. Untuk wilayah Kota Padang, penyerahan satu unit bangunan contoh tipe 36 berpusat di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji. Prosesi penyerahan ini mendapat pendampingan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

Kegembiraan dan apresiasi yang mendalam juga datang dari Emridona, seorang warga Desa Sintuak Naras, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Emridona menerima unit contoh huntap ini setelah rumah lamanya hancur total akibat terjangan banjir dan tanah longsor hebat pada November 2025 yang lalu.

Bersamaan dengan penyerahan tersebut, Maigus Nasir berharap BNPB bisa segera merealisasikan pembangunan 22 unit huntap tambahan beserta fasilitas sumur bor demi memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak lainnya.

Rustian menyampaikan pesan khusus kepada seluruh warga penerima manfaat agar bisa segera menempati hunian baru tersebut. Menurutnya, karakteristik struktural Sepablock terbukti sangat kokoh, mampu melindungi penghuni dari cuaca ekstrem, dan memiliki ketahanan tinggi terhadap potensi risiko gempa bumi.

Rustian kembali menegaskan bahwa agenda pemulihan pascabencana banjir—yang sempat diperparah oleh gangguan atmosfer Siklon Senyar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—tetap menjadi prioritas utama pemerintah lewat sinergi pemanfaatan inovasi teknologi yang adaptif bencana.

Kategori :